GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Wakil Ketua PPNI Jawa Tengah, Kurnia Yuliastuti SKep Ners MKep terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW PPNI Jateng periode 2021-2026 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng yang berangsung di Hotel Grand Master Purwodadi, Grobogan, Jumat hingga Minggu (10-12/12).
Kurnia Yuliastuti yang bekerja sebagai perawat di RSUD Tugurejo Semarang dan sebelumnya menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua PPNI Jateng mendapatkan suara 22, sedangkan dua kandidat lainnya Ketua PPNI Grobogan Puji Kristiantoro mengantongi 6 suara, dan Ketua PPNI Banyumas Fajar Triasih yang memperoleh tujuh suara.

Proses pemilihan ketua berlangsung hingga menjelang petang, Sabtu (11/12/2021). Dalam proses penjaringan bakal calon, ada dua nama kandidat lainnya. yakni Ketua PPNI Grobogan Puji Kristiantoro dan Fajar Triasih. Sidang yang dipimpin Edi Susanto tersebut berlangsung seru, namun tetap tertib. Para peserta menyepakati kandidat yang mendapatkan 40 persen lebih langsung berhak menjadi ketua.
Pada akhir pemungutan suara, Kurnia Yuliastuti mendapat dukungan 22 suara, sehingga Kurnia menjadi satu-satunya nama yang berhak dicalonkan karena mendapat dukungan lebih dari 14 suara dan akhirnya terpilih secara aklamasi.
“Dalam lima tahun mendatang, banyak tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu, saya butuh dukungan semua pihak supaya bisa mengemban amanah ini dengan baik,” kata Kurnia.
Usai muswil dinyatakan ditutup oleh ketua sidang selanjutnya dilakukan pelantikan ketua terpilih yang dilakukan oleh Ketua DPP PPNI Harif Fadillah. Dalam kesempatan ini, Harif berharap agar semangat kebersamaan di antara anggota PPNI yang sudah terjalin selama ini supaya terus dijaga dan ditingkatkan.

“Selamat kepada ketua terpilih. Semoga bisa membawa PPNI Jateng menjadi lebih baik lagi,” pesannya.
Sementara itu, mantan Ketua PPNI Jateng Edy Wuryanto menambahkan, Muswil PPNI Jawa Tengah kali ini mengusung tema “Kesejahteraan perawat merupakan sumber kekuatan dalam membangun praktik pelayanan kesehatan dalam beradaptasi dengan pandemi Covid-19”.
Tema ini sejalan dengan isu yang berkembang di warga perawat Jawa Tengah dan Nasional bahwa sudah saatnya perawat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik. Sebab, perawat sudah menjadi bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari tugas kemanusiaan di negeri ini dalam melawan Covid-19.
Muswil yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jateng yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo, Jumat (10/12/2021).
Pembukaan muswil PPNI Jateng juga dihadiri Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto, Ketua PPNI Pusat Harif Fadillah. “Sudah tidak diragukan lagi bahwa perawat telah dengan gagah berani mengambil risiko tertinggi, menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan harus mengorbankan keluarganya, bahkan nyawanya demi tugas kemanusiaan ini,” tegas Edy Wuryanto, pria kelahiran Grobogan yang saat ini juga duduk sebagai anggota DPR RI tersebut.
Terkait kondisi itu, pihaknya berharap kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih layak terhadap kesejahteraan perawat yang ada di setiap lini pelayanan kesehatan dasar. Baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit serta instansi-instansi pelayanan kesehatan lainnya. Saat ini, PPNi Jawa Tengah saat ini sudah memiliki 80.849 anggota.
Muswil memiliki tiga agenda besar, yaitu menilai pertanggungjawaban pengurus DPW PPNI Jawa Tengah periode 2015-2021, menyusun program kerja sesuai dengan bidang-bidang yang ada untuk menyelesaikan permasalahan anggota, dan terakhir memilih Ketua DPW PPNI Jateng.
Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto menyatakan, para perawat saat ini semakin dituntut untuk membekali diri dengan peningkatan kompetensi, sehingga dapat memberikan layanan kesehatan yang professional dan bermartabat. Menurutnya, pelaksanaan Muswil PPNI ini dinilai sebagai momentum penguatan profesi perawat lebih baik lagi, dengan senantiasa menjunjung tinggi profesi diatas kepentingan lainnya. st


