Mahasiswa UKSW Bikin Aplikasi Promosikan Produk Lokal

Mahasiswa membuat aplikasi yang bermanfaat untuk meningkatkan popularitas akun. Foto: adri

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Akun media sosial saat ini menjadi identitas yang melekat dengan seseorang, brand, atau lembaga. Bahkan, eksistensinya ditentukan dari banyaknya pengikut atau follower akun yang mengikuti setiap gerak-gerik dari aktivitas pribadi, kegiatan sosial politik, kebudayaan, hingga jual-beli memanfaatkan media sosial.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, intensitas penggunaan media sosial juga meningkat seiring imbauan pemerintah untuk memperbanyak aktivitas di rumah.

Peluang ini ditangkap Ignasius Christanto, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan membuat TokoInfluencer. Aplikasi ini bermanfaat untuk meningkatkan popularitas akun.

“Saya dan tim mulai mengembangkan TokoInfluencer sejak pandemi melanda. Total penjualan sudah mencapai sekitar 500 ribu kali,” ungkapnya saat ditemui di kantornya kawasan Lodoyong Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, Rabu (17/8/2021).

Christanto mengungkapkan TokoInfluencer bisa diaplikasikan di semua platform media sosial. Mulai dari Instagram, Twitter, Facebook, Soundcloud, Spotify, Telegram, dan aneke marketplace seperti Shoopee, Bukalapak, dan Tokopedia.

TokoInfluencer berbeda dengan juao beli akun karena aplikasi ini memberi layanan untuk mendongkrak popularitas dan sebaran akun. Biaya jasa di TokoInfluencer mulai Rp 5.000 hingga Rp 100.000. “Jadi ada paketan program sesuai media sosial yang dipilih dan pilihan tergantung konsumen, mau mendapat layanan seperti apa dan targetnya bagaimana,” kata Christanto.

Klien TokoInfluencer adalah penjual online dan pribadi yang membutuhkan eksistensi. “Kalau penjual online itu memang butuh popularitas agar produknya dikenal dengan tujuan meningkatkan transaksi. Sementara kalau orang pribadi ya yang punya tujuan agar terkenal,” paparnya.

Christanto mengatakan, layanan TokoInfluencer digemari karena harga murah, pelayanan cepat, serta sistem afiliasi untuk promosi akun. Selain itu, TokoInfluencer juga menghindari perang harga antar reseller, sehingga ada penyeragaman. “Kalau reseller nakal dan berbuat tidak sesuai koridor maka lisensinya dicabut,” tegasnya.

Dia optimistis jasa dongkrak popularitas akun ini akan bertahan karena media sosial sudah menjadi kebutuhan dari manusia era modern. “Memang sekarang zaman media sosial, jadi kami optimis jasa ini akan bertahan. Apalagi sekarang tidak ada kuliah di kampus, jadi saya manfaatkan untuk mencari penghasilan dengan membuat aplikasi ini,” kata Christanto.

Launching dilakukan 16 Agustus 2021 saat malam tirakatan untuk menggugah jiwa nasionalisme dan bangga produk buatan dalam negeri atau lokal. Christanto mengatakan anak muda Indonesia memiliki kemampuan dan daya saing dalam segala bidang. adri-yds