Rektor Unissula Drs Bedjo Santoso didampingi para wakil rektor memberi penghargaan Budai Award kepada Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Rektor Unissula Drs Bedjo Santoso MT PhD mengatakan, jika setiap tahun Unissula memberi penghargaan Budaya Akademik Islami Award (Budai Award) kepada tokoh yang mempunyai andil kepada pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Tahun ini, penghargaan diberikan kepada Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA dalam rapat senat terbuka peringatan tahun baru hijriyah yang dihelat di kampus Unissula, Selasa (31/8/2021).

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan  yang juga Ketua Dewan Pers tersebut terpilih karena dianggap sebagai sosok yang berjasa dalam memajukan pendidikan di Indonesia dan membangkitkan gerakan peradaban Islam di Indonesia.

‘’Moh Nuh, adalah sosok kebanggan kita yang membawa dunia pendidikan lebih baik. Juga termasuk tokohyang istiqomah dan memiliki integritas untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam,’’ jelas Rektor yang dalam kesempatan ini juga memberikan penghargaan pada dosen, karyawan dan mahasiswa karena prestasi mereka.

Moh Nuh yang hadir langsung menerima penghargaan ini mengucapkan terimakasih kepada Unissula. Ketua Badan Wakaf Indonesia ini dalam pidatonya mengatakan, Unissula sebagai salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang ikut dalam membangun Indonesia.

Dia juga mengatakan, jika kejayaan Indonesia akan terjadi pada tahun 2045 dimana ada dua modal utama yang mendukung di dalamnya, yakni demografi dividen dan digital dividen.

‘’Pendidikan sebagai mesin transformasi modal utama menjadi kekuatan real. Dimana kekuatan 70 persen penduduk Indonesia usia produktif di tahun 2045 menjadi kekuatan yang nyata. Populasi usia produktif sangat besar dalam menopang keberhasilan Indonesia,’’ jelasnya.

Mohammad Nuh lahir di Surabaya 17 Juni 1959. Sosok santun tersebut mengawali pendidikan tingginya di Institus Teknologi Sepuluh Novemver (ITS) Surabaya. Setelah lulus pada tahun 1983 setahun berselang  ia mengawali kariernya sebagai dosen dialmamaternya tersebut hingga berhasil dipercaya memegang tampuk kepemimpinan tertinggi sebagai rektor ITS di usia 42 tahun dan tercatat sebagai rektor termuda ITS.

Kecemerlangan kariernya sebagai pendidik terus bersinar terang hingga dipercaya menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan periode 2009-2014. Ia juga pernah menjadi menteri Komunikasi dan Informatika periode 2007-2009.

Berbagai jabatan penting pernah diembannya antara Direktur PENS ITS, Ketua ICMI Jatim, Pengurus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya.

Kepeduliannya pada pendidikan sungguh luar biasa, karena ia ingin melihat putra putri di negeri ini menikmati pendidikan yang layak terlepas dari latar belakang dan status sosial orang tuanya baik miskin maupun kaya.

Hal itu pula yang tercermin dalam berbagai kebijakan yang diambilnya untuk membuka akses pendidikan bagi semua. Mohammad Nuh juga dikenal sebagai seorang kiayi yang sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya dan dikenal sebagai Ulama.

Sosoknya yang mengayomi serta pemikiran pemikirannya yang jernih membuatnya dibutuhkan banyak kalangan termasuk dunia pers Indonesia. Melalui kepemimpinannya sebagai ketua dewan pers saat ini kita semua berharap beliau mampu menjaga dunia pers Indonesia sebagai sesuatu yang bermartabat dan mencerahkan.

Berbagai kesuksesan yang diraihnya bukan didapat dengan mudah karena sejak lahir ia dibesarkan dalam keluarga petani yang sederhana beserta sembilan saudara kandung lainnya. Sejak kecil ia terbiasa dididik orang tuanya untuk bekerja keras, senantiasa jujur dan menyandarkan hidup hanya kepada Allah SWT serta optimis dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.

Membaca kisah sukses seorang Mohammad Nuh seharusnya bisa menginspirasi bagi siapapun untuk senantiasa bekerja keras dan optimis terlebih bagi  anak anak muda negeri ini yang merupakan pewaris dan penerus masa depan Indonesia tercinta.

Dengan penuh rasa hormat dan bangga ijinkan kami Universitas Islam Sultan Agung memberikan penghargaan Budaya Akademik Islami Award tahun 1443 H – 2021M pada Tokoh Peduli Pendidikan Kaum Dhuafa kepada, Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA. She