Tes swab antigen. Foto: Humas Klaten

KLATEN (Jatengdaily.com)– Polres Klaten bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP setempat meningkatkan intensitas operasi gabungan di wilayah perbatasan. Kegiatan tersebut sebagai skrining kendaraan dengan plat luar kota.

Kegiatan yang merupakan bagian dari tindaklanjut aturan peniadaan mudik lebaran 2021 tersebut difokuskan di dua pintu masuk Kabupaten Klaten, yakni Prambanan dan Tegalgondo. Operasi tersebut efektif digelar sejak 22 April 2021.

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu menyampaikan dalam operasi tersebut, setiap kendaraan dengan plat luar kota, khususnya roda empat, diberhentikan untuk menjalani pemeriksaan. Di antaranya identitas pengendara dan penumpang, serta barang bawaan.

“Hal ini merupakan langkah antisipasi masyarakat yang masih nekat mudik, khususnya masuk ke wilayah Klaten. Petugas akan menanyakan identitas yang bersangkutan serta tujuan perjalanan,” paparnya, Senin (3/5/2021).

Setiap pengendara luar kota yang terjaring razia, diwajibkan mengikuti pemeriksaan swab antigen yang disediakan Polres Klaten. Selanjutnya, hasil swab antigen tersebut hanya berlaku sekali sebagai bukti melewati pos penyekatan, dan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain. Pihaknya akan menindak tegas masyarakat yang nekat melakukan mudik lebaran, di antaranya dengan meminta yang bersangkutan untuk putar balik kembali ke daerah asal.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Sekaligus menindaklanjuti aturan peniadaan mudik dari pemerintah,” katanya.

Edy menjelaskan kegiatan penyekatan secara selektif prioritas ini akan terus dilakukan hingga berakhirnya Operasi Ketupat. Pihaknya juga telah menyiapkan tigaa Pospam dan satu Posyan untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Lebaran tidak harus mudik, apalagi dengan kondisi pandemi seperti saat ini. Mohon masyarakat bersabar, manfaatkan teknologi seperti video call untuk melepas rindu,” ungkapnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Klaten, Ronny Roekmito menambahkan, pemkab menginstruksikan kepada pemerintah desa untuk kembali mengaktifkan satgas pengendalian Covid-19. Satgas tersebut juga bertugas mencegah masyarakat yang nekat mudik ke kampung halaman.

“Pemdes diminta proaktif menggerakan satgas pengendalian Covid-19 tingkat desa untuk menindaktegas warganya yang nekat mudik. Di antaranya dengan meminta menempati tempat karantina selama 5×24 jam,” katanya. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here