By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Menag; Ma’had Sangat Strategis Ciptakan Generasi Manusia Sesuai Iklim Dunia Pesantren
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Menag; Ma’had Sangat Strategis Ciptakan Generasi Manusia Sesuai Iklim Dunia Pesantren

Last updated: 2 Oktober 2021 06:25 06:25
Jatengdaily.com
Published: 27 September 2021 21:10
Share
Menteri Agama Yaqut Choliq Qoumas didampingi Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg dan Kepala Kanwil Kemenag Musta’in Ahmad meninjau proyek pembangunan Ma’had II Kampus II UIN Walisongo, Jalan Prof Dr Hamka, Ngalian, Semarang, Minggu (26/9).
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menteri Agama Yaqut Choliq Qoumas meninjau proyek pembangunan gedung Ma’had II Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Minggu (26/9). Bangunan yang terletak di Kompleks Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Kampus II, Jalan Prof Dr Hamka, Ngalian Semarang itu nantinya mampu menampung 1.120 orang santri mahasiswa.

Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg menjelaskan, bangunan Ma’had I yang lokasinya tak jauh dari lokasi Ma’had II sudah tidak mampu menampung minat mahasiswa yang ingin belajar sambil mengaji di pondok.

Bangunan seluas 1.000m2 itu terdiri kamar asrama santri, ruang makan, ruang loundry, dapur umum dan pengajian. ‘’Pembangunan gedung Ma’had II merupakan fasilitas yang akan digunakan UIN Walisongo dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dan pola pendidikan pondok pesantren,’’ kata Imam Taufiq.

Menurut Rektor, konsep pendidikan tinggi bercorak pesantren akan diintegrasikan dalam kurikulum. ‘’Saat ini pembangunan gedung Ma’had II telah mencapai progres yang baik, Ma’had ini nantinya akan kami optimalkan untuk menampung mahasiswa baru semester I,’’ katanya.

Menteri Agama Yaqut Choliq Qoumas mengatakan, keberadaan ma’had sangat strategis untuk menciptakan generasi manusia yang tidak hanya berilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan zaman, namun juga memiliki karakter yang sejalan dengan iklim dunia pesantren, di antaranya ialah perilaku saling hormat menghormati dan diisi dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kebaradaan ma’had sangat penting, kami berharap lewat ma’had UIN Walisongo akan lahir generasi masa depan yang memiliki sikap kemanusiaan dan peradaban yang sesuai dengan tagline UIN Walisongo Semarang,’’ kata Gus Yaqut.

Dalam kesempatan ini Menteri Agama didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad dan Staf Khusus meninjau langsung ke lokasi pengerjaan proyek, sesuai target yang telah ditetapkan.

Kunjungi Planetarium

Selain meninjau proyek pembangunan gedung Ma’had II, Menag juga meninjau Planetarium UIN Walisongo Semarang yang merupakan satu-satunya planetarium di Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri di Indonesia.

Menteri Agama bersama rombongan mendapat suguhan potret pemandangan ruang angkasa di plenaterium yang berlokasi di lingkungan Kampus III UIN Walisongo Semarang. Planetarium itu merupakan tempat yang akan dijadikan UIN Walisongo Semarang sebagai pusat Pendidikan Ilmu Falak di Indonesia.

Menag menyampaikan apresiasi langkah besar UIN Walisongo Semarang dalam mendirikan planetarium.

“Saya apresiasi keberadaan planetarium di UIN Walisongo Semarang, para santri di Ma’had semoga dapat mengambil pelajaran baik disini, berilmu dan berkarakter menjadi hal penting bagi profil para lulusan santri di Ma’had UIN Walsongo” kata Gus Yaqut.

Rektor UIN Walisongo Semarang Imam Taufiq mengatakan, kedepan operasionalisasi Ma’had selain menjadi pusat keilmuan di bidang astronomi dan ilmu falak, keberadaan planetarium akan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata pendidikan di kota Semarang.

“Kami tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah Kota Semarang. Planterium UIN Walisongo Semarang kedepan akan menjadi salah satu lokasi wisata pendidikan di Kota Semarang. Di tempat ini masyarakat dapat belajar banyak hal mengenai astronomi dan ilmu falak,” kata rektor yang juga pengasuh pondok pesantren Darul Falah Besongo Semarang itu.st

You Might Also Like

Dosen TI USM Ikuti Workshop Penulisan Buku, HAKI dan Blockchain
Teliti Konstruksi Cerucuk Matras Bambu Antar Bambang Widodo Raih Doktor
Mahasiswa Prodi MH USM Studi Banding dan PkM di Singapura dan Malaysia
Kebijakan Terkait Gelandangan dan Pengemis Perlu Penguatan
Dalami Psikologi, Buya Yahya Pilih Kuliah di Unissula
TAGGED:Ciptakan generasi seuai dunia pesantrenMa'had sangat strategisMenag RIUIN Walisongo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?