By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Monumen Kapal Selam Tepat untuk Wisata Edukasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Monumen Kapal Selam Tepat untuk Wisata Edukasi

Last updated: 3 Mei 2021 07:06 07:06
Jatengdaily.com
Published: 3 Mei 2021 06:54
Share
SHARE

SURABAYA (Jatengdaily.com) – Komisi B DPRD Jateng mengunjungi Wisata Edukasi Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang berada di Jalan Pemuda No 39 Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, belum lama ini. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mengetahui kondisi wisata tersebut pada saat pandemi.

Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni mengatakan, pandemi Covid-19 telah memukul semua sektor pariwisata. Pengelola objek wisata unggulan pun banyak memutar otak supaya bisa bertahan. Tak terkecuali pengelola Wisata Edukasi Monkasel. “Pada saat pandemi banyak wisata yang tutup, bagaimana kondisinya dengan Monkasel ini,” katanya.

Marnyuni mengungkapkan, Monkasel bukan hanya wisata biasa. Selain wisata edukasi juga menjadi motivasi anak-anak untuk belajar tentang wilayah kemaritiman.

FOTO BERSAMA : Komisi B berfoto bersama dengan latar KRI Pasopati Wisata Edukasi Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang berada di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.Foto:dok

Sementara, Asisten Manager Bagian Dalam KRI Pasopati 410 Wagino mengakui saat pandemi ini seluruh objek wisata yang ada di Surabaya kurang bergairah. Sekarang ini untuk membuka objek wisata baik pengelola maupun wisatawan harus mematuhi protokol kesehatan. Pihak pengelola diwajibkan menyiapkan sarana dan prasarana guna menunjang protokol kesehatan seperti kran air, hand sanitizer, thermo gun. Bahkan harus memantau serta membubarkan bila ada kerumunan. Untuk wisatawan pun wajib menjalani ukur suhu sebelum masuk lokasi.

“Untuk jam operasional buka dari pukul 08.00 sampai 22.00. Sekarang hanya bisa dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00,” katanya.

Wagino kemudian menerangkan KRI Pasopati- 41 adalah kapal tipe Whiskey Class yang dibuat pada 1952 oleh Rusia. Kapal tersebut kemudian milik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pada 1962, dan pada 1989 sudah “dimuseumkan”. Menilik kiprah KRI Pasopati-41 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan, seperti Operasi Trikora, KRI Pasopati 410 turun ke belakang garis musuh, memberi penindakan secara psikologis. st

You Might Also Like

Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Tegal dari lisan Sampai Kerja Sosial
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Disambut Antusias Mahasiswa Unissula
Wapres Gibran Pastikan Percepatan Penanganan Bencana Banjir di Sumut
FK Unissula segera Buka Pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam dan S3 Ilmu Kedokteran Kesehatan 
Lebaran, Frekuensi Perjalanan Kereta Api Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada di Perlintasan Sebidang
TAGGED:” tambah ita sapaan akrabnyamasa pandemiMonumen Kapal Selamobjek wisata kurang bergairahTepat untuk wisata edukasi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?