By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Muncul Klaster Ponpes di Cepogo Boyolali, 25 Orang Positif COVID-19
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Muncul Klaster Ponpes di Cepogo Boyolali, 25 Orang Positif COVID-19

Jatengdaily.com
Published: 15 Juni 2021 16:47
Share
Ilustrasi
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Klaster baru COVID-19 di Kabupaten Boyolali mulai muncul dan jumlah pasien terpapar semakin bertambah.

Di antaranya klaster pondok pesantren (ponpes) yang menjangkit Ponpes Tahfidzul Qur’an Istiqomah yang berada di Dukuh Tlogoimo, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo dan ini menjadi klaster aktif saat ini.

Dijelaskan Camat Cepogo, Tubinu, seperti dilansir laman resmi pemkab boyolali, bahwa awal mula dari kasus COVID-19 di ponpes tersebut yakni adanya kunjungan tamu dari Kabupaten Kudus. Setelah kunjungan tersebut, salah seorang petinggi di ponpes mengalami gejala batuk dan pilek seperti gejala COVID-19.

“Akhirnya diperiksa oleh Puskesmas. Hasilnya positif, setelah itu semuanya santriwan santriwati di Istiqomah ini di-swab,” terangnya saat dijumpai di Ponpes Tahfidzul Qur’an Istiqomah, Selasa (15/6/2021).

Lebih lanjut, sebanyak 79 santri diperiksa melalui tes rapid antigen dan didapati 35 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Tim Satuan Tugas (satgas) penanganan COVID-19 Kecamatan Cepogo kemudian melakukan penanganan secara medis terhadap santri ponpes dengan isolasi mandiri.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanggulangan Infeksi Puskesmas Cepogo, Sarono meminta kepada santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 untuk isolasi mandiri dan melaporkan kepada pihak terkait apabila mengalami gejala lebih lanjut untuk mendapatkan perawatan intensif. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada penyebaran COVID-19 di lingkungan sekitar.

“Pelajaran kepada kita bahwasanya kita tidak serta merta untuk menerima tamu yang terutama asal usulnya dari klaster yang lebih besar, kebetulan ini dari Kudus,” ujarnya.

Para santri yang positif COVID-19 tersebut akan dikarantina selama 11 hari bila tidak ada keluhan lebih lanjut, serta karantina selama 14 hari apabila ditemukan gejala atau keluhan yang serius. yds

You Might Also Like

KPU Batang Musnahkan Puluhan Ribu Surat Suara Rusak
BNPB Kirim 5.228 Kilo Logistik ke Papua Tengah Akibat Cuaca Ekstrem
Kota Semarang Siap Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru
Jokowi Dorong PBB Perkuat Kerja Sama dalam Penanganan Covid-19
Sekolah Vokasi Undip Kukuhkan 1.535 Mahasiswa Baru
TAGGED:covid-19 boyolaliklaster ponpes cepogoMiliwis Cepogo Boyolali
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?