By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Museum Gastronomi Indonesia Virtual Siap Bawa 5 Kuliner Go Internasional
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaKuliner

Museum Gastronomi Indonesia Virtual Siap Bawa 5 Kuliner Go Internasional

Last updated: 18 Juni 2021 15:35 15:35
Jatengdaily.com
Published: 18 Juni 2021 15:35
Share
Museum Gastronomi Indonesia (MGI) virtual diluncurkan di Jakarta. Foto: ist
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Indonesia Gastronomy Community (IGC) meluncurkan Virtual Museum Gastronomi Indonesia (MGI) pada Kamis, (17/6/2021) di Jakarta. Museum virtual ini sebagai wadah yang berisi informasi tentang cerita sejarah, asal-usul, proses akulturasi budaya dari berbagai masakan yang dihidangkan dan dikonsumsi sehari-hari di Indonesia.

Ketua Umum IGC, Ria Musiawan mengatakan Museum Gastronomi Indonesia merupakan persembahan IGC untuk merayakan keberagaman dan kekayaan khazanah gastronomi Indonesia. Sedangkan Indonesia Gastronomy Community (IGC) adalah perkumpulan yang peduli tentang perkembangan makanan khas Indonesia, dengan fokus pada gastro-diplomasi, dan gastro-turisme.

“MGI mendukung program ‘Indonesia Spice Up the World’ yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia untuk mensosialisasikan 5 kuliner unggulan di kancah internasional, yakni rendang, soto, nasi goreng, satai, dan gado-gado, memungkinkan didukung museum virtual,” kata Ria Musiawan.

Ria Musiawan menambahkan, inisiasi pendirian MGI telah dilakukan sejak setahun terakhir, melibatkan sejumlah pakar, akademisi serta profesional dari berbagai multidisiplin ilmu; tata boga, pengolahan pangan, gizi, hingga teknologi kreatif.

“Sejak awal MGI dirancang untuk menggaet utamanya generasi milenial yang memiliki literasi internet dan teknologi cukup tinggi. Oleh sebab itu IGC sebagai penggagas menggandeng PT. Siji Solusi Digital yang berpengalaman di bidang teknologi informasi dan pengembangan konten digital,” kata Ria Musiawan.

Kampanye Produk Lokal
Menteri UMKM dan Koperasi Teten Masduki, dan Dewan Pembina IGC, mendukung upaya IGC dengan menyatakan bahwa MGI sangat mendukung upaya pemerintah untuk mengampanyekan produk lokal dapat going global.

Masduki juga mengatakan, perkembangan digitalisasi saat ini mendorong layanan yang mudah diakses oleh masyarakat. Keberadaan MGI memberi pilihan inovatif agar masyarakat mancanegara mengenal Indonesia, terutama makanan-makanan secara aman dan nyaman, dan mereka dapat meniru dengan mudah dalam memasak.

Direktur Utama PT. Siji Solusi Digital Dimas Fuady menambahkan, MGI virtual tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, pengetahuan, pendidikan serta hiburan semata, namun diharapkan bisa menjadi enabler bagi industri terkait, seperti pariwisata, industri perdagangan, dan UMKM. Keberadaan MGI diharapkan dapat mendukung berbagai sektor terkait gastronomi Indonesia secara berkelanjutan.

MGI ini dalam bentuk virtual dengan tata pamer experience 3.600 yang disajikan dalam bentuk infografis, video, serta artefak 3D dengan konsep intuitif dan sarat informasi yang dibuat dengan peralatan khusus sehingga kemiripannya mendekati 100% dari artefak asli yang terpajang di Museum Nasional, Jakarta. MGI akan dibangun secara bertahap dan organik. MGI virtual juga akan menjadi marketplace bagi industri UMKM penghasil bumbu-bumbu masakan khas, juga kerajinan dari berbagai daerah dengan berorientasi pasar dunia.

Dimas Fuady mengatakan museum virtual sejak awal dirancang untuk mengakomodir kebutuhan milenial yang sudah biasa menggunakan aplikasi mobile maupun web dinamis. Penyajian materi hasil pemikiran dan penelitian para dewan pakar IGC juga menjadi tantangan tersendiri dalam membuat UI/UX, desain grafis hingga pengembangan fitur-fitur interaktif agar tetap atraktif bagi user, tanpa mengurangi konteks dan inti materinya.

“Bayangkan Museum Gastronomi Indonesia Virtual ini ibarat Pintu Kemana Saja Doraemon. Dimana user bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu daerah ke daerah lainnya lalu belajar tentang sejarah, asal usul, proses budaya, cerita tentang kekayaan gastronomi Indonesia langsung dari tempat asalnya, tanpa batasan ruang, borderless. Dan kini ide MGI secara virtual menjadi sangat relevan dengan kondisi pandemi COVID-19, di saat banyak museum tutup dan tidak bisa dikunjungi, museumgastronomi.id bisa diakses kapan saja 24/7 sepanjang tahun, dari mana saja sepanjang terhubung internet,” jelas Dimas Fuady.
Penulis: Muhammad Fadhli-yds

You Might Also Like

Perbaikan Selesai 2022, Bendungan Cacaban di Kabupaten Tegal akan Tambah Fasilitas Wisata
Bendungan Glapan, Pengendali Banjir jadi Wisata Desa
Wisata Rowo Jombor Bakal Dilengkapi Taman Kuliner Terbesar
Wisma Perdamaian Pernah jadi Tempat Singgah Pangeran Diponegoro
Komitmen Kemanusiaan Sastrawan Kita Dipertanyakan
TAGGED:Indonesia Gastronomy Communitykuliner indonesiamuseum gastronomi indonesiasejarah kulinerTeten Masduki
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?