Musim Peralihan, Tanaman Pertanian di Boyolali Mulai Diserang Hama

Ilustrasi. Petani saat menangkap tikus dengan perangkap di areal pertanian daerah Ngemplak, Boyolali beberapa waktu lalu. Foto: yanuar

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Berbagai hama mulai menyerang tanaman komoditas pertanian di masa peralihan dari musim penghujan ke kemarau, di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.

Data dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, seperti dilansir laman resmi Pemkab Boyolali, setidaknya ada tiga hama yang mulai menyerang tanaman petani. “Saat ini kondisi tanaman di beberapa wilayah ada serangan hama penyakit, baik itu berupa tikus, penggerek, ada hama penyakit lain,” ungkap Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto, Kamis (27/5/2021).

Dilaporkan terdapat hama penggerek batang padi yang menyerang area 12 hektar, kemudian hama blas yang menyerang 56 hektar tanaman padi. Serta hama tikus yang mulai menyerang 342 hektar tanaman padi, di antaranya terdapat 115 hektar yang kini sudah mampu dikendalikan. Selain tanaman padi, tikus juga menyerang 25 hektar tanaman jagung dan 45 hektar tanaman kedelai.

Dispertan Kabupaten Boyolali kemudian mengambil langkah yang cepat antara lain dengan mengendalian hama terpadu dan upaya upaya paling bertahan lama yakni dengan pembangunan rubuha atau rumah burung hantu.

“Tatkala banyak kita pasang rumah rumah burung hantu di lahan lahan pertanian kita nanti secara otomatis akan menjadi tempat tinggal bagi burung hantu tersebut dan akan akan mengkonsumsi tikus,” katanya.

Pihaknya telah menyediakan pestisida untuk penggerak pengendalian secara terpadu, serta telah meminta bantuan melalui APBN untuk dua paket rubuha di Desa Repaking, Kecamatan Wonosamodro dan 10 paket rubuha untuk Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Di beberapa tempat petani, sudah memiliki kesadaran secara pribadi untuk membuat rubuha secara swadaya.

“Kami tidak henti hentinya mengkomunikasikan ketersediaan pestisida ke provinsi agar sewaktu waktu terjadi serangan hama penyakit dan kita melakukan pengendalian secara terpadu pestisida sudah tersedia tinggal dilakukan gerakan,” ujarnya.

Selain serangan hama, komoditas pangan juga mengalami puso. Antara lain 55 hektar tanaman padi puso yang tersebar di Kecamatan Karanggede, Simo, Klego, dan Kemusu. Serta 118 hektar tanaman jagung yang mengalani puso di Kecamatan Wonosegoro dan Kemusu.

Stok Aman
Sementara itu pada perkiraan datangnya musim pancaroba ini, ketersediaan komoditas bahan pokok masyarakat di Kabupaten Boyolali diyakini dalam kondisi aman. Bulan Januari sampai dengan April tahun 2021, Kabupaten Boyolali masih memiliki 155.130 ton gabah kering giling atau setara dengan 89.026 ton beras.

“Jadi Kabupaten Boyolali sampai dengan misalnya proyeksi sampai dengan akhir tahun, kita kisaran akan memiliki panen (padi) sekitar 278.557 ton,” terang Bambang Jiyanto.

Data tersebut didapat karena saat ini masih terdapat tanaman padi yang tertanam atau kerap disebut standing crop di area seluas 17.779 hektar dengan asumsi satu hektar mampu menghasilkan produktivitas tanaman (provitas) sebanyak 5,7 ton.

Harga jual gabah di pasaran juga dinilai cukup tinggi. Terlihat dari harga jual padi kering panen di kisaran Rp 4.000-Rp 4.300 per kilogram, dan harga gabah kering giling yang mampu menembus Rp 5.000-Rp 5.200 per kilogram. Keduanya mampu melampaui harga pembelian pemerintah (HPP) di harga Rp 4.200 per kilogram.

Disinggung mengenai komoditas jagung, dari data yang telah dihimpun Dispertan Kabupaten Boyolali, sampai Bulan April 2021 Kabupaten Boyolali mampu memanen 69.428 ton jagung pipil kering. Untuk saat ini, lahan seluas 18.315 hektar masih terdapat tanaman standing crop.

“Kalau tadi sampai dengan April itu 69.428 ton, proyeksi kami bahwa sampai dengan akhir Desember 2021 kita akan memiliki panen jagung kira kira seluas 26.155 hektar akan menghasilkan 129.210 ton,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini harga jual jagung sedang mengalami peningkatan dan memiliki harga yang bagus yakni kisaran Rp 5.000-Rp 5.700 per kilogram untuk jagung pipil kering.

“Ke depan untuk MT1 (Musim Tanam 1) itu kita akan memperoleh bantuan benih dari pusat khususnya benih padi itu sebanyak banyaknya kita mencari lahan dan lokasi dan yang memungkinkan untuk dibantu sekitar 15.000 hektar,” ungkapnya. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here