Naik Motor Keliling Indonesia, Cara Ketua FKPT Aceh dan Istri Kampanyekan Perdamaian

Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh yang melakukan touring keliling nusantara menaiki sepeda motor berdua bersama istrinya, Fitri Zulfidar, disambut oleh Ketua FKPT Jawa Tengah, Prof. Dr. Syamsul Ma'arif, di kediamannya di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengkampanyekan perdamaian dan kerukunan untuk bangsa Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh Dr Kamaruzzaman dan istri, Fitri Zulfidar dengan cara-cara unik dan berkesan agar seluruh masyarakat di tanah air melihatnya.

Cara unik untuk menjaga persatuan tanah air tersebut salah satunya dilakukan oleh Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh yang melakukan touring keliling nusantara menaiki sepeda motor berdua bersama istrinya, Fitri Zulfidar.

Dr Kamaruzzaman dan istri, Fitri Zulfidar touring keliling Indonesia saat singgah di Semarang, Rabu (11/08/2021). Foto:it

Mereka berdua menjajal keliling Indonesia mulai dari provinsi Aceh hingga Papua dengan mengendarai Motor Kawasaki Versys 250cc. Saat ini keduanya telah tiba di Semarang pada, Rabu (11/8/2021).

Mereka telah disambut oleh Ketua FKPT Jawa Tengah, Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, di kediamannya di Kecamatan Mijen Kota Semarang pada Selasa malam (10/8/2021).

Mereka berdua berencana melanjutkan perjalanan pada hari ini dan ditargetkan akan berjalan sampai 3 bulan kedepan untuk bisa menjangkau seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Kami mengusung tema Touring Indonesia Harmoni dalam kegiatan ini. Tujuannya adalah sosialisasi program BNPT tentang Indonesia harmoni, silaturrahim dengan kekayaan budaya nusantara, termasuk memperkenalkan kearifan lokal provinsi Aceh, dan mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan kearifakn lokal yang terbukti menjadi imun dari virus ideologi radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.” Jelas Kamaruzzaman Bustaman yang juga Dosen UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Prof. Dr. Syamsul Maarif, sendiri menyambut gembira kedatangan Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad bersama istri. Diskusi yang gayeng dan ger-geran mewarnai sarasehan penyambutan.

“Kami sangat senang atas kedatangan Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad bersama istri di Jawa Tengah. Sharing pengalaman dan sinergitas semua pihak untuk bersama-sama saling menguatkan hubbul wathon minal iman kepada masyarakat agar tidak ada lagi warga yang terjerumus kepada paham radikal dan terorisme merupakan jihad yang harus kita perjuangkan bersama agar Indonesia semakin harmoni.” Sambut Dekan FPK UIN Walisongo itu.

Hariono alias Yusuf, mantan narapidana terorisme dan ketua Yayasan Persadani ikut hadir menyambut kedatangan Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad bersama istri.

Baginya, silaturrahim dan sinergitas tangkal radikal terorisme perlu terus digiatkan karena radikalisasi dan terorisme juga terus berkecambah apalagi di masa pandemi dan era sosial media.

Pada kesempatan itu, Yusuf bercerita pengalaman saat menjadi anggota kelompok radikal, saat dipenjara, hingga proses kembali kepada NKRI.

Selain sharing pengalaman dan diskusi tentang upaya tangkal radikal terorisme, Prof. Syamsul Maarif juga memberikan oleh-oleh berupa buku ilmiahnya yang berjudul “Membangun Ilmu Pendidikan Nusantara” kepada Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad.

“Semoga diberi kesehatan dan keselamatan dalam touring Indonesia Harmoni. Jangan kapok mampir di Jateng. dan mari kita jaga silaturrahmi dengan diskusi-diskusi lanjutan via daring/luring yang lebih menarik dilain kesempatan.” tutur ketua ISNU Kota Semarang.st