By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Nasib Pilu Porter Stasiun dan Bandara Semarang, Satu Bulan Cuma Berangkat Dua Kali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Nasib Pilu Porter Stasiun dan Bandara Semarang, Satu Bulan Cuma Berangkat Dua Kali

Last updated: 6 Agustus 2021 22:29 22:29
Jatengdaily.com
Published: 6 Agustus 2021 22:28
Share
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu membagikan sembako kepada para porter di Stasiun Poncol Semarang. Foto:ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Satu setengah tahun pandemi secara nyata melumpuhkan sendi kehidupan, salah satunya jasa porter kereta api dan bandara. Kebijakan PPKM yang diberlakukan pemerintah, menyebabkan banyak perjalanan kereta dibatasi. Dalam sehari saja, di wilayah Daop 4 Semarang hanya terdapat 4 kereta api yang beroperasi dan berhenti di Stasiun Tawang Semarang.

Tentu saja kebijakan ini berimbas menurunnya jumlah penumpang yang sangat berpengaruh pada penghasilan para porter. Selama pandemi melanda, para porter semakin terhimpit dan kesulitan perekonomiannya hingga banyak yang banting stir alih profesi lain demi bertahan hidup.

Seperti yang diceritakan Mujiman (59 tahun), pria renta asal Semarang yang sudah 29 tahun bekerja sebagai porter di Stasiun Tawang Semarang. Akibat sepinya penumpang kereta, dia kadang hanya berangkat dua kali sebulan. “Saking sepinya, selama pandemi ini saya hanya berangkat dua kali sebulan,” ujar Mujiman.

Ia mengaku jika pendapatannya sebagai porter turun drastis. “Kalau biasanya bisa ‘angkut’ barang penumpang sampai delapan kali sehari, sekarang hanya angkut dua kali. Paling-paling bisa bawa pulang Rp 40ribu hasil dari kerja porter. Itupun kalau dapat penumpang, karena jumlah porter di sini kan banyak,” ujar bapak dari tiga anak ini.

Untuk menambah pendapatan, Mujiman bahkan kerja serabutan dengan mengisi ulang korek gas. “Buat nutup kebutuhan ya kerja serabutan, ngisi ulang korek gas saat ndak jadi porter,” ceritanya.

Untuk satu korek gas yang berhasil diisi, Mujiman menerima bayaran Rp 1.000. “Paling gak, sampai sore bisa isi 30 korek. Alhamdulillah dapat Rp. 30ribu,” katanya.

Nasib porter stasiun dan bandara di masa pandemi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita tergerak setelah menyaksikan video yang diunggah warganet terkait kondisi para porter yang harus bekerja di tengah kondisi stasiun yang sepi karena kebijakan PPKM.

Sekadar untuk berbagi terhadap nasib para porter stasiun dan bandara tersebut Mbak Ita mengajak manajemen PDAM Tirta Moedal dan UMKM Semarang untuk ikut berbagi memberi paket sembako bagi para porter di Stasiun Tawang, Stasiun Poncol dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Turut mendampingi, Direktur Umum (Dirum) PDAM Tirta Moedal Semarang, Farchan Hilmie, Wakil Kepala Stasiun Semarang Tawang Daniel Yuniarta dan Lurah Tanjung Mas, Margo Haryadi.

“Awalnya saya melihat video menyayat hati terkait porter yang bekerja meski kondisi stasiun sepi dan banyak kereta yang di cancel. Kami Pemkot Semarang tergerak, bersama PDAM Tirta Moedal dan pelaku UMKM di Semarang hari ini memberikan bantuan berupa sembako, makan siang, telur kepada saudara kita para porter di Stasiun Tawang, Stasiun Poncol dan Bandara,” ujar Mbak Ita.

Ita mengatakan, di Stasiun Tawang setidaknya ada 60 porter, di stasiun Poncol ada 8 porter dan Bandara Ahmad Yani ada 28 porter yang menerima bantuan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkot Semarang kepada para porter yang juga terdampak pandemi.

“Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban saudara kita para porter, apalagi pembatasan PPKM ini banyak perjalanan dan penerbangan yang dicancel yang berakibat pula pada penurunan pendapat mereka,” kata Ita. st

You Might Also Like

Wisma Atlet Kemayoran Terus Dirapikan untuk RS Darurat COVID-19
Polda Amankan 609 Tersangka Pengedar & Pemakai Narkoba
33 Kampus yang Terlibat di TPPO Modus Magang ke Jerman akan Kena Sanksi
Semarang Menjadi Panggung Kehidupan: Wayang Orang Turun ke Jalan, Membawa Srikandi ke Hati Warga
SKK Migas – KKKS Realisasikan Pengeboran 107 Sumur Selama Agustus
TAGGED:Bandara A YaniPorter bandara dan Stasiun Keretastasiun poncolStasiun tawang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?