By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Nomer Satu Capaian Realisasi Investasi, Jabar Jadi Contoh Provinsi Lain
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Nomer Satu Capaian Realisasi Investasi, Jabar Jadi Contoh Provinsi Lain

Last updated: 28 Januari 2021 09:01 09:01
Jatengdaily.com
Published: 28 Januari 2021 08:38
Share
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto: Humas Jabar
SHARE

BANDUNG (Jatengdaily.com)-  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian investasi Jabar harus dicontoh oleh provinsi lain.

Pernyataan ini menyusul Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang masih menjadi nomor satu dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2020, yakni sebesar Rp 120,4 Triliun. Secara nasional, realisasi nilai investasi di Indonesia sendiri mencapai Rp 826,2 triliun.

“Investasi Jabar terbanyak, provinsi lain perlu belajar dari Kang Emil. Apakah karena ada infrastruktur pendukung seperti Pelabuhan Patimban atau apa, sehingga menarik datangnya investor ke Jabar,” ucapnya dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 secara daring, Selasa (26/1/2021).

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada investasi dan konsumsi. Saat ini investasi memberikan andil sebesar 30 persen sementara konsumsi sebesar 57 persen, bagi pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian investasi akan menjadi pintu masuk untuk peningkatan konsumsi yang masif. Jabar menjadi provinsi dengan nilai investasi terbanyak secara nasional telah memberikan andil bagi pertumbuhan ekonomi.

“Jika ada investasi maka akan ada penyerapan tenaga kerja, memberikan  penghasilan dan kepastian pendapatan, sehingga konsumsi masyarakat meningkat,” katanya.

Karena tidak bisa hanya mengandalkan dari lapangan pekerjaan yang disediakan oleh negara, menjadi PNS atau pegawai BUMN, maka perlu peran swasta melalui investasi.

Ia menyebutkan target investasi pada 2020 telah mencapai target. Dari perubahan target menjadi Rp817,2 triliun, BKPM mendapat Rp826,2 triliun atau 101,1 persen dari target.

Berdasarkan catatan BKPM, pada kuartal I/2020 capaian PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp98 triliun dan PMDN (Dalam Negeri) Rp 112,7 Triliun. Kuartal II perolehan PMA dan PMDN turun. Asing Rp97,6 triliun dan dalam negeri Rp 94,3 Triliun.

Lalu periode selanjutnya saat pemerintah mulai mengurangi pembatasan sosial, realisasi naik. PMA lebih tinggi dari PMDN yaitu Rp106,1 triliun dan Rp102,9 triliun.

Kuartal akhir tahun ketika UU Cipta Kerja disahkan dan kepastian adanya vaksin kembali membuat PMA lebih tinggi dari PMDN. Besaran modal asing Rp 111,1 Triliun dan dalam negeri Rp 103,6 Triliun.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan ada sejumlah alasan investor yang membuat mereka tertarik untuk berinvestasi di Jabar.

Menurut Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, investor menganggap infrastuktur di Jabar sangat mendukung terhadap rencana investasi, di mana diakui investor, jika infrastruktur Jabar lebih baik dari provinsi lain.

“Pembangunan Patimban itu viral diantara para pengusaha dunia sehingga banyak yang tertarik masuk Jabar. Ada 13 kota industri baru yang menarik bagi investor di kawasan Rebana,” ujarnya.

Hal lain adalah tingkat produktivitas pekerja Jabar jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Bahkan pengusaha yang memindahkan perusahaannya ke luar Jabar banyak yang balik lagi.

“Isu upah tidak terlalu menjadi masalah, tetapi produktifitas pekerja lebih penting, ” jelasnya.

Ia juga menegaskan tidak membatasi investor dari negara tertentu saja. Semua bisa datang untuk berinvestasi sehingga tidak akan ada negara atau investor yang paling dominan di Jabar.

Investor yang datang juga wajib berkomitmen  untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang. Ia juga tak segan memberikan akses komunikasi secara langsung bagi para investor. She

You Might Also Like

Ledakan di Gudang Mako Brimob Srondol, Sejumlah Rumah Rusak
Satgas PPK USM Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
Nataru, KAI Daop 4 Semarang Layani 281 Ribu Pelanggan
Deteksi Dini Kanker Serviks, Puskesmas Pandanaran Gandeng IKWI Lakukan Skrining HPV DNA
Raup Pendapatan Rp72,0 Triliun, Telkom Mampu Tunjukkan Jaga Sustainable Growth Perusahaan
TAGGED:BKPMRealisasi Investasi Jabar
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?