By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Orang Bertaqwa Tak akan Mengumbar Kemarahan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Orang Bertaqwa Tak akan Mengumbar Kemarahan

Jatengdaily.com
Published: 17 Mei 2021 15:02
Share
Wagub Jateng Taj Yasin
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Semakin tinggi kualitas takwa seseorang, indikasi semakin tinggi pula kesuksesan berpuasa. Demikian juga sebaliknya, semakin hilang kualitas takwa dalam diri, pertanda semakin gagal sepanjang Ramadan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen usai salat Idulfitri di Mushalla Baitul Musthofa yang berada di rumah dinasnya, di Jalan Rinjani Semarang. Menjadi imam dalam salat Idulfitri yang diikuti para staf wakil gubernur beserta keluarga tersebut, Wagub Taj Yasin menyampaikan tentang  kualitas takwa orang muslim.

“Jika standar pencapaian tertinggi puasa adalah takwa, maka tanda-tanda bahwa manusia sukses melewati Ramadan pun tak lepas dari ciri-ciri orang muttaqîn atau orang-orang yang bertakwa,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, beberapa ayat Al-Qur’an menjelaskan ciri-ciri orang takwa. Diantaranya, orang-orang yang menafkahkan hartanya pada saat senang dan pada saat susah, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang.  

Dalam konteks Ramadhan dan Idulfitri, kata dia, sifat takwa pertama sebenarnya sudah mulai didorong oleh Islam melalui ajaran zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan simbol bahwa rapor kelulusan puasa harus ditandai dengan mengorbankan sebagian kekayaan dan menaruh kepedulian kepada mereka yang lemah. 

Sedangkan ciri lainnya adalah mampu menahan amarah. Marah merupakan gejala manusiawi. Tapi orang-orang yang bertakwa tidak akan mengumbar marah begitu saja. Ibarat termos, orang bertakwa semestinya mampu menyembunyikan panas di dadanya sehingg orang-orang di sekitarnya tidak tahu bahwa ia sedang marah.

Kemudian ciri ketiga orang bertakwa adalah memaafkan kesalahan orang lain. Karenanya, ulama-ulama di Tanah Air menciptakan tradisi bersilaturahim dan saling memaafkan di momen Lebaran.  “Sempurnalah, ketika kita usai membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan kepada Allah, selanjutnya kita saling memaafkan kesalahan masing-masing di antara manusia,” katanya. she

You Might Also Like

Pemerintah Gulirkan Vaksinasi Tahap Ketiga
Prof Hamka Haq Meninggal, Ganjar Kehilangan Tokoh Alim yang Sering Memberi Nasihat
Sengketa Informasi 2025 Menurun, Pemdes Masih Tertinggi sebagai Termohon
Si Kembar Rihana Rihani Pelaku Dugaan Penipuan iPhone Ditangkap Polisi
Siswi SD Negeri Bintoro 5 Demak Sabet Juara FLS3N, Tampil Memukau di Pentas Apitan
TAGGED:wagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?