Pandemi, Sejumlah Agenda Grebeg Besar Demak Ditiadakan

Jamaah Shalat Idul Adha di lingkungan Masjid Agung Demak yang biasa tumpah ruah terlihat lengang. Semua jamaah wajib taat standar prokes, seperti memakai masker dan menjaga jarak shaf. Foto: Jatengdaily.com/ rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Pandemi corona menjadikan perayaan Idul Adha 1442 H atau tradisi Grebeg Besar di Kota Wali tak semeriah dua tahun sebelumnya. Sama halnya tahun lalu, sejumlah kegiatan bersifat kerumunan massa pun ditiadakan, untuk mencegah meluasnya sebaran COVID-19.

Di antara agenda Grebeg Besar Demak yang ditiadakan antara lain beberapa prosesi jamasan pusaka warisan Sunan Kalijaga, yang bersifat kerumunan massa seperti ancakan. Selain itu pasar rakyat Grebeg Besar Demak, serta kirab prajurit patang puluhan pengawal minyak jamas dari Bupati Demak untuk Kasepuhan Kadilangu.

Sementara kegiatan yang dibatasi kehadirannya dengan standar protokol kesehatan (prokes) ketat antara lain inti prosesi jamasan pusaka Sunan Kalijaga, yang hanya dilaksanakan oleh empat orang dan bersifat internal keluarga. Di samping empat kegiatan keagamaan di lingkungan Masjid Agung Demak.

Sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Idul Adha Masjid Agung Demak KH Mahali, adanya wabah COVID-19 menjadikan segala aktivitas di Masjid Agung Demak dibatasi dan wajib mematuhi standar prokes.Termasuk peringatan Idul Adha, yang merangkai empat kegiatan dengan pelaksanaan sesuai standar prokes super ketat.

Diawali dengan Mudarosah Al-Qur’an Bilhifdhi sembilan khataman di area Makam Sultan Fatah, lanjut dengan Doa Keselamatan Bangsa Indonesia.

“Kemudian selamatan tumpeng sembilan di area makam Sultan Fatah, yang hanya dihadiri Takmir Masjid Agung Demak. Karena harus standar prokes yang sangat ketat, maka ketiga kegiatan tersebut bersifat tertutup atau internal takmir dengan kehadiran terbatas untuk menghindari terjadinya kerumunan massa,” ujarnya, Selasa (20/7/2021).

Pun pelaksanaan Sholat Jama’ah Idul Adha di Masjid Agung Demak, para jamaah wajib mengikut standar prokes yang diserukan takmir sejak kedatangan mereka. Mulai dari kewajiban memakai masker, hingga menjaga jarak shaf.

Sedangkan mengenai penyembelihan hewan qurban, Mahali menyampaikan, sejauh ini terkumpul 13 sapi dan lima ekor kambing. Lagi-lagi karena wajib standar prokes ketat, pelaksanaan penyembelihan yang dijadwalkan Rabu (21/7) hanya oleh petugas sesuai surat edaran dari Pemda.

“Penyembelihan hewan qurban juga secara tertutup dan prokes ketat. Setelah itu semua daging qurban dibagikan dan diantar ke rumah penerimanya. Sehingga tidak ada kerumunan massa,” tuturnya. rie-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here