Kepala SMP IT PAPB Semarang Ramelan diwawancarai secara live via zoom meeting pelaksanaan penyembelihan hewan kurban oleh Ibu Murni Arum Sari di sekolah, Rabu (21/7/21). Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sebagai upaya memperkenalkan pembelajaran ibadah kurban di tengah Pandemi Covid-19 kepada siswa, beserta rangkaian proses pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian, panitia Idul Adha SMP IT PAPB Semarang mengadakan live reports via zoom meeting, diikuti kelas 7, 8, 9, pada Rabu (21/7/21).

Bagus Kholid Zamzami selaku panitia mengatakan bahwa live reports di tengah pandemi ini bertujuan sebagai ajang edukasi anak-anak mengenalkan kurban dan proses penyembelihannya.

“Reportase ini tidak lain agar anak tidak sekadar tahu proses penyembelihan hewan kurban, melainkan proses gotong royongnya. Mulai dari pemotongan daging kurban, kemudian pengemasan, dan pendistribusian. Edukasi tolong menolong inilah yang ingin kami ajarkan walau secara virtual,” jelasnya.

Bagus yang juga guru PPKn ini mengatakan,  panitia menerima hewan kurban sebanyak empat ekor sapi dan enam ekor kambing.

“Selaku panitia, kami menerima empat sapi dan enam kambing semuanya dari mudhohi (pengkurban) baik dari guru, siswa, orang tua siswa, dan alumni yang kita sembelih pada hari tasyrik pertama Rabu (21/7/21),” jelasnya.

Kepala Sekolah, Drs H Ramelan SH MH mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban di sekolah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari sterilisasi penyemproten area penyembelihan, serta panitia saja yang boleh hadir dengan terlebih dahulu melaksanakan 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi).

“Proses penyembelihan memang tidak kami laksanaan pas hari raya Idul Adha, melainkan hari pertama tasyrik sebagaimana himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan. Untuk area kami sterilisasi dengan penyemprotran. Adapun panitia, datang cek suhu, cuci tangan, dan menjaga jarak dengan lainnya, serta melangkapi dengan sarung tangan” paparnya.

Ramelan menambah, bahwa distribusi hewan kurban dilakukan kepada panti dan pondok pesantren di Semarang serta masyarakat lingkungan sekolah dan tidak melalui kupon.

“Kami tidak distribusikan daging kambing dengan kupon, melainkan kami salurkan kepada masyarakat lingkungan sekolah dan panti serta pondok pesantren di Semarang antara lain,  Ponpes Darus Sa’adah Tlogosari, Rumah Tahfid Manabiul Qur’an Tembalang, Panti Asuhan dan Rumah Tahfiz Riyadatul Janah Pedurungan,  Ponpes Hidayatussolihin Mranggen, Ponpes dan Panti Sosial Sunan Muria Tembalang, Ponpes Almunawir Pedurungan, dan Panti Asuhan Abatilas Tembang. Ini semua kami lakukan demi ikut memutus penyebaran Covid-19,” pungkasnya. she

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here