Pedri Harus Dimatikan, Kalau Swiss Tak Ingin Dibombardir Spanyol

Sesi latihan Timnas Spanyol menjelang laga kontra Swiss. Foto: twitter

SAINT PETERSBURG (Jatengdaily.com) – Timnas Spanyol tak pernah kehabisan stok pemain tengah mumpuni yang menjelma jadi bintang. Kalau beberapa tahun terakhir, plot gelandang selalu dihuni Xavi Hernandes dan Andreas Iniesta, kini Spanyol sudah mempunyai penggantinya, yakni Pedro Gonzalez Lopez alias Pedri.

Ajang Piala Eropa (Euro) 2020 menjadi pembuktian Pedri. Meski baru 18 tahun kini dia dipercaya pelatih Luis Enrique untuk menjadi motor serangan Tim Matador. Enrique sebenarnya punya opsi pemain tengah lebih mentereng namanya seperti Marcos Llorente, Fabian Ruiz, hingga Thiago Alcantara, namun Pedri tetaplah pilihan utamanya.

Pemain yang memecahkan rekor Wayne Rooney sebagai pemain termuda tampil di fase gugur Euro, Pedri dikenal sebagai pemain muda namun mempunyai visi bermain melebihi umurnya. Banyak yang menjulukinya sebagai matador, tanpa mata pun dia tahun pergerakan kawan maupun lawan di lapangan. Dari dialah awal serangan Spanyol bakal membahayakan gawang lawan.

Pelatih sekaliber Ronald Koeman pun juga mengakui kehebatan Pedri. Saat bergabung Barcelona awal musim 2020-2021, Pedri sempat diragukan akan menjadi pilihan utama. Apalagi Ronald Koeman memiliki banyak opsi untuk posisi gelandang, seperti Philippe Coutinho. Namun justru akhirnya Koeman lebih kesengsem dengan Pedri dan terbukti mampu menjadi tandem baru Lionel Messi untuk mendobrak pertahanan lawan.

Inilah yang bakal menjadi tugas berat pelatih Swiss Vladimir Petkovic untuk memasang strategi menghentikan pergerakan Pedri dalam laga perempat final Euro 2020 melawan Spanyol di Stadion Krestovsky, St Petersburg, Rusia, Jumat (2/7/2020) pukul 23.00 WIB.

Pedri. Foto: UEFA

Dengan membiarkan Pedri menari-nari di lapangan tengah, artinya mengizinkan Spanyol membombardir Swiss. Tipikal Pedri mirip Iniesta, yang selalu mengedepankan visi dengan ketenangan menguasai bola, sebelum mengirim umpan berbahaya untuk diteruskan sebagai gol.

Sebenarnya tidak akan menjadi problem besar bagi Swiss jika dalam laga perempat final nanti adan Granit Xhaka. Sayangnya pemain yang gemilang menghentikan serangan Prancis dalam babak 16 besar tersebut harus absen di perempat final karena akumulasi kartu.

Swiss sendiri dalam laga Prancis di 16 besar Euro, sukses dengan menumpuk pemain di lin tengah. Namun saat itu lini tengah Swiss masih digalang Granit Xhaka sebagai koordinatornya. Akankah Swiss menerapkan taktik sama lawan Spanyol tanpa Xhaka, dan apakah Pedri mampu mengatasi kepungan pemain tengah Swiss? Ini yang akan menjadi sajian menarik dalam laga yang akan disiarkan live RCTI pukul 23.00 WIB tersebut.

Tetap Dipercaya
Pedri sendiri sempat mencetak gol bunuh diri ketika Spanyol kontra Kroasia di 16 besar Piala Eropa 2020. Umpan Pedri gagal diamankan kiper Unai Simon, meskipun yang melakukan blunder Unai Simon namun tetap Pedri yang dianggap pencetak gol bunuh diri. Untungnya Spanyol tetap menang di laga ini 5-3 lewat extratime

Meski demikian, Pedri diperkirakan tetap akan jadi pilihan utama pelatih Luis Enrique. Dia selau mengatakan Pedri memang layak menjadi andalan. Meskipun dia masih berusia 18 tahun, Enrique menilai performanya tak kalah dengan para pemain senior.

Saat sesi konferensi pers usai laga Spanyol kontra Kroasia, Luis Enrique juga memuji seorang Pedri dan tak salah dijadikan andalan. “Ada kalanya fakta mendefinisikan situasi jauh lebih baik daripada kata-kata,” kata Luis Enrique.

Pelatih Swiss Vladimir Petkovic mengakui absennya Granit Xhaka adalah sebuah tantangan. “Tetapi saya punya ide bagaimana kami mengatasinya, apapun keadaannya semua pemain di lapangan harus memberikan 10 persen lebih, sebab Spanyol adalah tim hebat yang sudah mencetak 10 gol dalam dua pertandingan terakhirnya.

Vladimir Petkovic juga percaya diri menghadapi Spanyol dan tak sabar lagi menanti laga perempat final tersebut. “Kami sudah melakukan pekerjaan baik dengan memncapai perempat final tapi kami belum puas dan masih lapar mendapatkan lebih,” kata Petkovic.

Sementara itu gelandang serang Swiss Xherdan Shaqiri meyakini ia dan rekan-rekannya mampu memberi perlawanan kontra Spanyol dalam laga perempat final Piala Eropa (Euro) 2020 di Saint Petersburg Jumat (2/7/2021).

“Kami sudah berkali-kali membuktikan mampu mencetak gol melawan tim-tim hebat. Dan kami akan berusaha melakukan hal yang sama dengan memberi perlawanan kontra Spanyol” kata Shaqiri dilansir Reuters Kamis.

Jika Swiss mengalahkan Spanyol di laga perempat final ini, maka akan menghadapi Belgia atau Italia di semifinal. yds