Peduli Rakyat Sehat, Untag Gandeng Dinkes Jateng Gelar Vaksinasi Massal

Rektor Untag, Prof Dr Drs Suparno MSI menyaksikan vaksinasi yang dilakukan petugas pelayanan kesehatan dari Dinkes Jateng, Rabu (29/09/2021). Foto:st

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, menyelenggarakan vaksinasi massal tahap pertama, di Gedung Ghraha Kebangsaan, Kampus Merah Putih, Bendan Duwur Semarang, Rabu (29/09/2021).

Kegiatan vaksinasi yang digelar sebagai rangkaian Dies Natalis Untag ke-58 tersebut, untuk tahap pertama disediakan sebanyak 1.000 dosis vaksin bagi masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya.

”Vaksinasi massal ini sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-58, sekaligus mangayubagyo agar rakyat segera sehat. Untag Semarang bekerja sama dengan Dinkes Jateng dipercaya untuk menyelenggarakan vaksin massal, sehingga masyarakat yang berumur 12 tahun ke atas agar segera vaksin. Ini membuktikan bahwa Untag peduli dan melaksanakan instruksi pemerintah,” tegas Rektor Untag, Prof Dr Drs Suparno MSi di sela-sela menyaksikan vaksinasi, Rabu (29/09/2021).

Prof Suparno menyatakan berterima kasih kepada Dinkes Jateng dan masyarakat yang telah datang ke kampus Untag untuk vaksinasi. ”Alhamdulilah pada vakin tahap pertama ini sejumlah 1.000 dosis vaksin, selanjutnya pada vaksin kedua dijadwalkan 28 Oktober mendatang,” katanya.

Petugas pelayanan kesehatan Dinkes Jateng sedang mendata warga sebelum menerima vaksin. Foto:st

Dia mengakui, kegiatan vaksinasi yang diberikan kepada Untag untuk menyelenggarakan vaksinasi massal ini adalah keperyaaan yang tinggi, sehingga jangan sampai disia-siakan. Oleh karena itu masyarakat yang vaksin ke Untag harus difaslitasi tempat yang nyaman, sehingga mereka datang senyum, pulang pun dengan senyum.

”Artinya panitia sudah berupaya menyediakan tempat yang luar biasa, pengaturan tempat duduk supaya tidak berjubel dan pengawasan ketat para petugas, ini membuktikan bahwa penyelenggaraan vaksin bagi masyarakat ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab, dan kerja panitia saya lihat luar biasa,” ujar Suparno.

Menurut Prof Suparno, untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) mahasiswa yang luring juga wajib vaksin. Hingga saat ini cakupannya mencapai 60 persen sudah vaksin. Dosen alhamdulilah sudah vaksin. ”Terkait PTM, Untag masih menunggu kebijakan pemerintah. Kalau pemerintah sudah izinkan, orang tua juga sudah mengizinkan, maka Untag akan melaksanakan PTM,” katanya.

Ketua Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus 1945, Prof Dr Sarsintorini Putra SH MH menyatakan, Yayasan yang dipimpinnnya mempunyai ciri khas. Sebagai atmosfer pendidikan tak melupakan atmosfer bakti sosial. Antara lain menjalankan program pemerintah sesuai dengan perundang-undangan. ”Kesehatan itu segala-galanya, kalau sehat produktivitas akan maksimal,” katanya.

Rahmah Nur Hayati SKM MKes, Kabid Pencegahan dan Penagggulangan Penyakit Dinkes Jateng mengakui, dari jumlah penduduk Jateng sekitar 35 juta, cakupan yang menjadi target sasaran vaksinasi sebesar 28,7 juta dengan asumsi usia 12 tahun ke atas. Sedangkan capaian yang sudah divaksin tahap pertama di kisaran angka 41,20 persen, sehingga PR Jateng masih panjang. Namun target hingga Desember 2021 diharapkan sudah mencapai 100 persen.

”Mudah-mudahan dipermudah dan kecukupan Vaksin, dengan bekerja sama semua pihak, termasuk Untag, diharapkan Desember sudah selesai. Dengan cakupan minimal 70 persen ke atas ini menjadi kekebalan kelompok, harapannya bisa memutus mata rantai penularan Coid-19,” katanya.

Target Dinkes, sesuai dengan harapan Gubernur, Jateng harapannya bisa mencapai 2,5 juta warga divaksin setiap minggunya. Jadi tiap hari harapannya bisa mencapai 500 ribu orang divaksin. ”Namun kembali terhadap kecukupan ketersidiaan vaksin. Alhamdulillah, minggu-minggu terakhir ini mendapatkan droping vaksin yang cukup,” ujarnya.

Rahmah menambahkan, droping vaksin saat ini diutamakan pada daerah aglomerasi, di antaranya Soloraya, Eks Karesidenan Semarang kecuali Salatiga dan Grobogan. Hingga akhir September ini sudah mencapai 70 persen. Sedangkan kota-kota yang persentasenya sudah mencapai 70 persen lebih, antara lain Kota Semarang, Salatiga, Kota Surakarta, Kota Magelang. ”Ini tergantung cakupan jumlah penduduk, namun untuk Kota Semarang, meskipun jumlah penduduknya banyak cakupan vaksinasi sudah mencapai 80 persen,” jelas Rahmah.

”Salah satunya percepatan cakupan vaksinasi di Kota Semarang, di antaranya partisipasi dari berbagai pihak, termasuk Untag Semarang. Alhamdulillah kesadaran masyarakat untuk segera vaksin luar biasa, masyarakat tidak takut, dan kita menekankan bahwa vaksinasi bukan obat, oleh karenanya setelah divaksin tetap harus menjaga prokes, selalu pakai masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan dengan sabun,”

Sedangkan cakupan vaksinasi boster bagi SDM yang bekerja di pelayanan kesehatan hingga saat ini sudah mencapai 74 persen dari target sasaran sebanyak 164.087. Sisanya SDM yankes yang belum tercakup boter disebabkan di antaranya mungkin masih penyintas. st