PEM Akamigas Kunjungan Lapangan ke Kilang PPSDM Migas

Kunjungan lapangan PEM Akamigas ke kilang PPSDM Migas. Foto: ist

CEPU (Jatengdaily.com) – Kilang PPSDM Migas terus menjadi jujukan mahasiswa untuk melakukan kunjungan lapangan. Meskipun terhitung kilang tertua di Indonesia, Kilang PPSDM Migas sampai saat ini tetap memberikan sumbangsih yang besar untuk pengembangan SDM sektor minyak dan gas.

Kilang tersebut sebagai tempat pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang sesuai SKKNI mulai dari Operasi Crude Distilling Unit, Teknisi Operasi Vacuum Distilling Unit, Blending, Loading Master, Inspektur Tangki Timbun, Petugas Pengambil Contoh, Boiler, Inspektur Pipa Penyalur, Petugas Pengukur Isi Tangki dan Sistem Manajemen Lingkungan.

Maka tak mengherankan jika PPSDM Migas menjadi jujukan perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan baik itu kunjungan lapangan maupun pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswanya. karena selain dapat melihat langsung proses kilang juga tentunya para pengajar sudah sangat profesional karena Kilang PPSDM Migas juga masih beroperasi hingga kini.

Salah satunya adalah PEM Akamigas (Politeknik Energi dan Mineral) Akamigas, yang merupakan institusi pendidikan vokasi khususnya di bidang energi, minyak dan gas bumi selalu melakukan kerja sama untuk melatih mahasiswanya di PPSDM Migas salah satunya dengan mengadakan kunjungan lapangan.

Pada kunjungan kali ini, PEM Akamigas melakukan kunjungan lapangan di Kilang PPSDM Migas dengan 55 mahasiswa dari Program Studi Teknik Pengolahan Migas yang terbagi dalam dua gelombang kunjungan.

Zami Furqon, Dosen Prodi Teknik Pegolahan Migas menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ini adalah agar para mahasiswa mendapatkan pemahaman terhadap industri pengolahan migas.

“Ada tiga tujuan yang kami harapkan dengan kunjungan ke Kilang PPSDM Migas ini yaitu adanya pemahaman yang menyeluruh terhadap industri pengolahan migas. Kedua, adanya pemahaman antara teori yang didapatkan di kelas dengan praktek real di lapangan. Dalam hal ini Kilang PPSDM Migas sangat representatif sehingga kami mengirimkan para mahasiswa untuk melakukan kunjungan lapangan”, ungkap Zami.

Selain itu, mahasiswa juga harus mengamati metode operasional, budaya kerja serta penerapan K3 di kilang industri migas yang identik dengan resiko kerja tinggi, tambah Zumi ketika dihubungi melalui pesan singkat pada Selasa (13/04/2021). yds