By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemerintah Diajak Terus Perhatikan Kiai Kampung
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemerintah Diajak Terus Perhatikan Kiai Kampung

Last updated: 8 Februari 2021 05:23 05:23
Jatengdaily.com
Published: 8 Februari 2021 05:23
Share
Menag bersilaturahim dengan Pimpinan Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Makmun. Foto: kemenag
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak henti melakukan silaturahmi ke tokoh-tokoh agama untuk mendapatkan masukan berharga dalam rangka meningkatkan pelayanan Kementerian Agama (Kemenag). 

Gus Menteri giliran berkunjung ke Pondok Pesantren Daarul Rahman, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk bersilaturahmi langsung dengan pimpinannya, KH Syukron Ma’mun, pada akhir pekan. 

Pertemuan Kiai Syukron dengan Gus Menteri ini berlangsung penuh kehangatan. Kiai Syukron menyambut langsung kehadiran Gus Menteri dan rombongan di depan rumahnya yang teduh. Tak berapa lama, Kiai Syukron langsung mengajak berdiskusi hangat dengan Gus Menteri di ruang tamu. 

Kendati berbeda generasi, Kiai Syukron tampak bahagia atas kedatangan Gus Menteri. Bahkan Kiai Syukron yang kini berusia 80 tahun secara pribadi mengaku memiliki ikatan yang dekat dengan keluarga Gus Menteri. Sebab sejak muda, Kiai Syukron sudah bersahabat akrab dengan kakek Gus Menteri, yakni KH Bisri Mustofa (Rembang). Bahkan dia mengaku beberapa kali KH Bisri berkunjung ke ponpesnya di antaranya untuk memberikan ceramah pada 1970 hingga 1980-an. Bukti kebahagiaan atas kunjungan ini, Kiai Syukron juga menghadiahi Gus Menteri buku saku Aplikasi Nilai-Nilai Pancasila yang dia tulis selama pandemi.

“Kunjungan Pak Menteri ini sangat mengharukan saya. Dari hati saya mengharapkan agar Pak Menteri mengajak kiai-kiai kampung untuk urun rembuk dalam menentukan kebijakan,” kata Kiai Syukron yang juga dikenal dengan Singa Podium ini.

Harapan Kiai Syukron tersebut didasari karena kiai-kiai di kampung masih bersih pemikirannya. “Insya Allah ajaklah kiai kampung dan kiai nonstruktural bicara nanti akan ada timbal balik yang baik,” ujarnya.

Mendapat masukan langsung dari ulama kharismatik NU ini, Gus Menteri Yaqut mengaku berterima kasih. Kunjungannya ke Ponpes Daarul Rahman selain ingin meminta doa restu dan masukan dari Kiai Syukron juga dalam rangka ingin melihat langsung kondisi pesantren, utamanya kala pandemi Covid-19 saat ini. 

“Saya bahagia bisa bersilaturahmi ke Pesantren Daarul Rahman. Saya banyak mendapat masukan dan nasihat dari Kiai Syukron Makmun,” kata Gus Menteri yang juga menghadiahi KH Syukron beberapa jilid kitab Al Ibriz, karangan KH Bisri Mustofa.

Menurut Gus Menteri, kehadiran pemerintah penting untuk penguatan pondok pondok pesantren di Indonesia. Harapan pemerintah, ponpes-ponpes di Indonesia nantinya semakin berdaya dan mandiri.

Kehangatan pertemuan juga terlihat saat Kiai Sukron mengajak Gus Menteri bersantap siang bersama. Usai berdiskusi, Kiai Syukron juga mengajak Gus Menteri berkeliling pesantren dengan menggunakan golf car. Bahkan, Kia Syukron pun menyopiri sendiri golf car tersebut. “Mari berkeliling lihat asrama, saya yang sopiri sendiri,” kata KH Syukron Ma’mun.

Ponpes Daarul Rahman memiliki tiga area pendidikan dan ponpes. Di Jagakarsa, menempati lahan seluas 3 hektar lebih. Sedangkan dua ponpes berada di Kabupaten Bogor, yakni Parung seluas 3 hektar dan Leuwliang 4 hektar. Lulusan pondok telah menyebar sedikitnya ke sembilan negara, di antaranya China, Moskow, Rusia, dan Mesir. Selain untuk melanjutkan pendidikannya, mereka juga ada yang bekerja di luar negeri.

“Bahkan di Moskow, ada santri yang tengah belajar pesawat tempur. Kadang kita juga tidak menyangka karena di pondok kita hanya ajarkan Fathul Qarib,” kelakar Kiai Syukron di depan Gus Menteri.

You Might Also Like

Waspadai Tindak Pidana Perdagangan Orang, Korban Diimingi-Imingi Kerja di Irak
PTUN Semarang Menangkan Savitri Kartika Dewi
Bina Bangsa School Semarang Raih Penghargaan Apple Distinguished School
Jemaah Haji Indonesia Yang Meninggal di Arab Saudi 17 Orang
Unissula Lepas Mahasiswa KKN untuk Dukung SDGs
TAGGED:menagmenagYaqut Cholil Qoumas
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?