By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkab Semarang Akan Bangun Pengolahan Sampah Terpadu di Tiap Kecamatan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkab Semarang Akan Bangun Pengolahan Sampah Terpadu di Tiap Kecamatan

Last updated: 28 Maret 2021 10:23 10:23
Jatengdaily.com
Published: 28 Maret 2021 10:23
Share
SHARE

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kabupaten Semarang berencana membangun tempat pengolahan sampah terpadu di tiap kecamatan untuk mengendalikan timbulan sampah di TPA Blondo Bawen. “Ini menjadi bagian dari program 2021-2024 di bidang infrastruktur,” kata Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Semarang Budi Rahardjo dalam webinar bertema pengelolaan sampah plastik yang diselenggarakan Coca-Cola Amatil Indonesia, Sabtu (27/03/2021).

Sebelum berakhir di TPA, kata dia, sampah semestinya dipilah untuk digunakan kembali dan didaur ulang melalui bank sampah dan TPS 3R (reduce, reuse, recycle). DLH mencatat saat ini terdapat 160 bank sampah unit, 1 bank sampah induk, dan 5 unit TPS 3R di Semarang. Daftarnya bisa diakses melalui silopah.semarangkab.go.id. “Dengan pendekatan semacam ini, TPA hanya untuk residu,” katanya.

Menurut dia, perubahan paradigma pengelolaan sampah semacam itu harus diawali dengan kesadaran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Seperti inisiatif yang dilakukan Yayasan Bintari dan CCAI dalam menginisiasi pendirian bank sampah di Randugunting Kecamatan Bergas. “Kami berharap inisiatif semacam ini bisa diikuti oleh industri lain,” katanya.

Manajer Komunikasi dan Kerjasama Publik Bintari Amalia Wulansari mengatakan kolaborasi itu berlangsung sejak setahun terakhir dan menghasilkan 3 bank sampah. Dengan 79 nasabah, ketiga bank sampah tersebut telah mengumpulkan 2 ton sampah dan rata-rata omzet Rp500 ribu per bulan. “Keprihatinan atas terus menumpuknya sampah di TPA Blondo yang mula-mula menggerakkan kami untuk kolaborasi ini,” kata dia.

Menurut dia, dengan penduduk sebesar 1,17 juta jiwa, jumlah sampah di Kabupaten Semarang mencapai 520 ton per hari. Dari jumlah itu, hanya 170 ton per hari yang mampu ditampung TPA seluas 5 hektare tersebut. “Sisanya ini bocor kemana-mana,” kata perempuan yang aktif menjadi pendamping bank sampah di Randugunting itu.

Sementara itu, pemateri webinar dari kalangan jurnalis, anggota The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Noni Arnee mendorong wartawan menghasilkan liputan kritis dan mendalam tentang lingkungan. “Para jurnalis punya andil dalam mendorong perubahan,” katanya.

Menurut dia, sebuah laporan jurnalistik yang kritis akan memberikan dampak kesadaran masyarakat. Untuk itu, jurnalis harus memiliki keterampilan mengemas informasi penting dan edukatif menjadi berita yang menarik. “Selain bicara tentang sebuah masalah, laporan yang kritis juga menyuguhkan solusi,” kata perempuan jurnalis lepas BBC News Indonesia itu.

Webinar itu diikuti jurnalis dari sejumlah kota di Jawa Tengah. Selain Kabupaten Semarang, juga Kota Semarang, Solo, dan Magelang. Pascawebinar, para jurnalis tersebut berkesempatan mengikuti kompetisi penulisan jurnalistik tentang inisiatif kolaborasi pengelolaan sampah di masyarakat. “Kami berharap karya-karya yang mereka hasilkan menjadi inspirasi literasi lingkungan di masyarakat,” kata Regional Corporate Affairs Manager – East PACS CCAI Armytanti Hanum Kasmito. st

 

 

You Might Also Like

Berbagi Berkah Ramadan, SG Salurkan Rp 1,6 Miliar dan 15.500 Paket Bantuan
Bulan Ramadhan Sarana Manusia Mencapai Derajat makin Bertaqwa
Satupena Jateng Kembali Bedah Buku Antologi Puisi Moderasi Beragama
Ganjar Sowan Ulama Cilacap, Silaturahmi Sekaligus Berpamitan
Pemerintah Sebut Evakuasi Warga Palestina ke Indonesia Hanya untuk Bantuan Medis Sementara
TAGGED:CCAIpemkab semarangpengeloaan sampahtiap kecamatanTPA Blondo Bawen
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?