By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Penanganan Abrasi dan Rob Tak Perlu Menunggu Bencana
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penanganan Abrasi dan Rob Tak Perlu Menunggu Bencana

Last updated: 30 Oktober 2021 16:54 16:54
Jatengdaily.com
Published: 30 Oktober 2021 16:54
Share
Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS menanam mangrove bersama Forkompimda di pesisir Timbulsloko Sayung sebagai upaya jangka panjang penanganan rob dan abrasi, sekaligus upaya menstimulan warga agar senantiasa peduli lingkungan. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)- Melihat dampaknya yang menyengsarakan rakyat, penanganan abrasi dan rob di pesisir Demak hal yang mendesak. Maka itu wajib hukumnya dan bersifat segera, sehingga tidak perlu menunggu abrasi dan rob terkategori bencana.

Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS menyampaikan, meski belum tergolong bencana, imbas abrasi dan rob yang menyengsarakan warga pesisir di Kabupaten Demak begitu nyata. Ratusan hektar tambak hancur, pun puluhan ribu pemukiman warga kini terkepung genangan air laut. Belum termasuk fasilitas-fasilitas umum yang tak berfungsi optimal oleh banjir rob.

“Jangan tunggu rob jadi bencana agar mendapatkan penanganan yang serius. Pemerintah harusnya tanggap dan punya kepekaan terhadap korban rob dan abrasi karena masalah ini sudah lama,” ujarnya, Sabtu (30/10/2021).

Kabar baiknya, pembangunan wilayah pesisir masuk pada deret isu strategis RPJMD 2021-2026 Bupati dan Wabup Demak yang baru. Sehingga diharapkan penanganan rob bisa semakin tuntas. Karena ada mapping atau pemetaan, ada kejelasan kurun waktu penanganan.

“Eksekutif bisa melakukan riset penanganan sehingga solutif. Sebab tangani rob tidak bisa parsial tapi harus komprehensif dan ada grand design,” imbuhnya.

Memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Terkait pembiayaan, menurut politisi PDIP itu, pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Sejauh ini, pemerintah pusat telah merespon masalah rob dan abrasi di Kabupaten Demak melalui pembangunan jalan tol yang sekaligus berfungsi sebagai sabuk laut.

Namun demikian, pembangunan infrastruktur bersumber dana APBN itu ada imbas baik dan buruknya. Warga pun menunggu tindak lanjut pemerintah terhadap dampak negatif pembangunan jalan tol Semarang – Demak itu. rie-she

You Might Also Like

Gotong Royong Mendukung Kesejahteraan, CCEP Indonesia Perbaiki 6 RTLH di Desa Asinan
Pemerintah Anggarkan Rp 356,5 Triliun untuk Kelanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional dalam RAPBN 2021
Polri-TNI Maksimalkan Pengamanan Menyusul Dimulainya Kampanye Pemilu Hari Ini
Kemenkes Akselerasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Guguran, Sebanyak 1.979 Jiwa Mengungsi
TAGGED:bencanaKetua DPRD Demakrob
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?