Pendaki Sindoro Terpeleset di Jurang Berhasil Dievakuasi

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi pendaki yang terpeleset di jurang Gunung Sindoro. Foto: ist/adri

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com) – Ahmada Primanda Bramantyo (17) pendaki asal Kedewan RT 5/2 Desa Sudungdewo Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo, yang mengalami cedera di pos 4 jalur pendakian gunung Sindoro via base camp Kledung Kabupaten Temanggung, Sabtu (2/1/2021) pukul 17.55 WIB berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dalam keadaan selamat.

Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya menceritakan awal kronologi kejadian Rabu (30/12/20) Ahmada mendaki Gunung Sindoro sendiri lewat jalur pendakian Bedakah Kecamatan Kertek, dengan membawa tas ransel isinya perbekalan dan belum tau kapan kembali.

Hari Sabtu (2/1/2021) keluarga pendaki tersebut mencari keberadaan Ahmada di Base Camp Bedakah dan mendapatkan informasi dari Base Camp Grasindo Kecamatan Kledung bahwa Ahmada ditemukan di jurang Batu Tatah dengan kondisi cedera ringan.

“Kemungikan besar Survivor (pendaki) hendak turun namun sampai di pos 4 mengalami insiden terpeleset hingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Ketinggian Gunung Sindoro pos 4 kurang lebih 2.800 MPDL dan membutuhkan waktu 4 jam untuk mencapainya” ungkap Yahya

Dengan informasi tersebut Kepala basarnas Semarang Nur Yahya memperintahkan Koordinator Basarnas pos SAR Wonosobo Hardi Amanurijal memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan evakuasi disertai alat vertikal

“Tim SAR gabungan tiba di pos 4 didapati kondisi survivor mengalami lemas, cedera pada kaki dan pada dagu .Upaya evakuasi tim SAR gabungan dengan cara digendong hingga ke tempat penjemputan dan dibawa ke base cump Grasindo Kecamatan Kledung,” imbuhnya.

“Dengan berhasilnya evakuasi operasi SAR dinyatakan ditutup dan tim SAR gabungan kembali kesatuannya masing- masing” tuup Yahya. adri-yds

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version