Loading ...

Pengabadian Masyarakat IBDBU Bantu Pemberdayaan Masyarakat Desa Asinan, Semarang Melalui Aplikasi Budidaya KJAB Polikultur

Undip

Pengabdian Masyarakat IBDBU 2021 melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Asinan, di Kecamatan Bawen, Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pengabdian Masyarakat Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IBDBU) 2021 melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Asinan, di Kecamatan Bawen, Semarang.

Tim yang diketuai oleh Prof Sapto P Putro, PhD tersebut beranggotakan Prof. Dr. Endah Dwi Hastuti, Dr. Sri Darmanti, MSi dan Dr. Fuad Muhammad, MSi.

Prof Sapto mengatakan, selama ini aktivitas perikanan di Danau Rawapening mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sedangkan nelayan di sana, tergabung dalam beberapa kelompok pembudidaya.

Namun, menurutnya, kondisi riil di sana, adalah kurangnya pemahaman terhadap daya dukung kawasan danau dan tingginya pemanfaatan keramba jaring apung tradisional yang tidak memperhatikan keramahan lingkungan.

‘’Oleh karena itu, kami dari tim pengabdian masyarakat, membantu para nelayan, dengan memberikan solusi yang ramah lingkungan,’’ jelasnya.

Menurutnya, aplikasi sains dan teknologi yang ditawarkan adalah sistem budidaya Keramba Jaring Apung Bertingkat Polikultur (KJAB-P) yang berdasar pada ecological engineering dan environmental management.

‘’Sistem tersebut menjadi alternatif yang lebih efisien untuk menggantikan sistem budidaya konvensional,’’ jelasnya.

Menurutnya, ada dua kelompok yang sudah berkomitmen menjadi mitra kegiatan Iptek Bagi Desa Binaan Undip 202. Mereka adalah kelompok pembudidaya Sido Guyub (Dusun Krajan), Kelompok Tirta Manunggal dan kelompok PKK Desa Asinan,’’ jelasnya, Minggu (19/12/2021).

Diakui, jika edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sangat diperlukan sekali untuk keberlangsungan kehidupan sekarang ataupun masa depan.

Masyarakat Desa Asinan mendapatkan sosialisasi dari tim pengabdian tentang pemahaman konsep budidaya ramah lingkungan, manajamen pemanfaatan Danau Rawapening untuk ekowisata, dan pengelolaan gulma enceng gondok dengan harapan dapat memanafatkan potensi yang ada pada danau rawa pening secara maksimal sehingga dapat meningkatkan perekonomian tanpa merusak lingkungan.

Sebelum dilakukan instalasi Keramba Jaring Apung Bertingkat Polikultur (KJAB-P) diperlukan kordinasi antara tim pengabdian dengan Masyarakat IBDBU bersama kelompok pembudidaya Sido Guyub, Tirta Manunggal dan perangkat desa Asinan.

Tujuannya untuk menentukan konsep, lokasi keramba, ikan yang akan dibudidayakan dan kebutuhan bahan yang diperlukan untuk instalasi Keramba Jaring Apung Bertingkat Polikultur (KJAB-P).

Termasuk juga bagaimana mengatasi permasalahan menyangkut desain dan kekuatan keramba. Proses instalasi Keramba Jaring Apung Bertingkat Polikultur (KJAB-P) dikerjakan langsung oleh dua kelompok pembudidaya yaitu kelompok pembudidaya Sido Guyub dan kelompok pembudidaya Tirta Manunggal dengan lokasi keramba yang saling berjejer.

Keramba Jaring Apung Bertingkat Polikultur (KJAB-P) yang telah teristal kemudian disebar dua jenis benih ikan yang berbeda yaitu ikan mas dan ikan wader.

Adapun pemilihan ikan mas dan ikan mujair dikarenakan memiliki keunggulan mudah dibudidayakan, bisa tumbuh hingga mencapai ukuran sangat besar, berduri sedikit, memiliki pertumbuh sangat cepat dan sangat respon terhadap pakan tambahan.

Teknik pemberian pakan akan dilakukan berdasarkan rasio kebutuhan pakan ssuai dengan tingkat pertumbuhan ikan. Pemberian pakan pada jaring atas dilakukan sesuai proporsi (1biomassa : 1 berat pakan).
Sedangkan pemberian pakan pada jaring bawah dilakukan dengan proporsi setengah dari jumlah pakan di jaring atas (1 biomassa: 0,5 berat ikan).

Selama proses pembesaran ikan sampai masa panen dilakukan pemantauan (monitoring) kualitas air dan sedimen.

Monitoring dilakukan dengan mengukur kualitas fisik, kimia dan biologi. Pengukuran kualitas fisika meliputi pengukuran suhu, pH, turbiditas, konduktivitas, oksigen terlarut, salinitas dengan menggunakan water checker.

‘’Pengukuran kualitas kimia dilakukan dengan mengukur total kandungan nitrogen, fosfor dan karbon,’’ papar Prof Sapto.

Hasil panen yang didapat diolah menjadi H-Pro tempe ikan dan abon ikan serta diolah menggunakan teknologi pengasapan asap cair.

Produk yang sudah diolah dipasarkan dengan memerhatikan nilai jualnya. Supervisi terhadap proses pemasaran akan dilakukan, meliputi pendampingan pengujian ijin edar (sertifikasi halal), strategi pemasaran (teknik kemasan) dan uji kualitas sesuai SNI. Pada tahap ini, mitra melakukan diversifikasi produk olahan hasil budidaya. She