By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pengunjung Objek Wisata di Boyolali Naik, Tapi Tak Signifikan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pengunjung Objek Wisata di Boyolali Naik, Tapi Tak Signifikan

Jatengdaily.com
Published: 29 Desember 2021 14:52
Share
Ilustrasi Objek wisata Pengging Boyolali (ilustrasi). Foto: yanuar
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Masa libur Natal dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di Kabupaten Boyolali. Peningkatan pengunjung pun terjadi di sejumlah objek wisata di Boyolali tersebut.

Meski demikian, peningkatan pengunjung objek wisata tersebut tidak terlalu signifikan dan masih dalam tahap wajar. Tidak terjadi penumpukan pengunjung.

“Memang ada sedikit peningkatan, tetapi tidak begitu signifikan. Jadi peningkatannya sekitar 10-20 persen dari hari hari biasa,” ungkap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Supana Selasa (28/12/2021) dilansir laman pemkab boyolali.

Menurutnya, sebanyak 33 destinasi wisata di Boyolali menerapkan protokol kesehatan yang dijalankan dengan baik oleh masyarakat dan pengunjung. Hal tersebut diungkapkan Supana usai jajarannya melakukan monitoring di berbagai destinasi wisata. Antara lain di objek wisata Tlatar, objek wisata Pengging, kawasan Selo dan kawasan Musuk.

Di singgung mengenai perayaan tahun baru besok, pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Serta, untuk pengelola objek wisata agar tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti menyalakan kembang api atau perayaan lain.

“Objek wisata tidak ditutup untuk kepentingan perekonomian bagi pengelola wisata, tetapi sekalipun begitu masyarakat kita himbau untuk taat dan patuh dengan adanya prokes secara ketat dan selalu mematuhi dengan adanya aplikasi PeduliLindungi dan tidak berkerumun,” ujarnya.

Pengelola objek wisata Cengklik Park, Susilo Pujiastuti juga mengungkapkan bahwa memang betul ada peningkatan jumlah pengunjung tetapi tidak terlalu banyak. Jika hari biasa, pengunjung bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 orang, saat libur Natal pengunjung hanya berkisar 2.500 orang saja.

“Untuk libur Natal, kita kenaikan tidak begitu. Jadi kita masih batas wajar, paling naik lima persen,” katanya.

Saat pergantian tahun besok, pihaknya mengaku tidak mengadakan acara di objek wisata agar tidak menimbulkan kerumunan. yds

You Might Also Like

Banyak Timba Pengalaman dari Olimpiade Tokyo 2020, Vidya Optimis Hadapi Paris 2024
Tingkatkan Daya Saing, Rumah BUMN SIG Dukung Pemasaran Hasil Produksi UMKM Rembang
Keluar Penjara, Pedangdut Veline Chu jadi Penyembuh Penyakit Nonmedis
Unissula Buka Pendaftaran Prodi Kedokteran
Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang
TAGGED:boyolalilibur natalobjek wisata
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?