By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Perbaikan Selesai 2022, Bendungan Cacaban di Kabupaten Tegal akan Tambah Fasilitas Wisata
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsWisata

Perbaikan Selesai 2022, Bendungan Cacaban di Kabupaten Tegal akan Tambah Fasilitas Wisata

Last updated: 19 April 2021 13:26 13:26
Jatengdaily.com
Published: 19 April 2021 13:26
Share
Aerial view penataan kawasan wisata di Waduk. Tampak jogging track yang memanjang mengikuti alur tepian waduk berusia 62 tahun itu. Foto: Pemkab Tegal
SHARE

TEGAL (Jatengdaily.com)- Progres pengerjaan proyek perbaikan Bendungan Cacaban kini sudah mencapai 56 persen. Sejumlah perkerjaan di dalamnya yang mencakup pengamanan struktur konstruksi tubuh bendungan, perbaikan spillway, pengerukan sedimen dan penataan kawasan wisata ini ditargetkan akan rampung seluruhnya bulan Januari 2022. Informasi ini disampaikan perwakilan PT Sumber Karsa Indah Utama (SKIU) Widodo selaku pelaksana konstruksi dilansir dari tegalkab.go.id, Senin (19/4/2021).

Widodo menguraikan, proyek perbaikan ini mencakup tiga lokus yang meliputi penataan kawasan wisata, pengamanan tubuh bendungan dan bangunan pelimpah atau spillway. Adapun pengerjaannya akan berlangsung selama 450 hari kalender dengan jangka waktu pemeliharaan 180 hari kalender.

Pada lokus penataan kawasan wisata ini, lanjutnya, warga pengunjung akan bisa menikmati sejumlah fasilitas dan utilitas seperti gardu pandang, sentra oleh-oleh, jogging track, pujasera, mushola, toilet, dermaga dan taman bermain.

“Kiranya bangunan gardu pandang ini akan menjadi icon menarik di Cacaban. Dengan ketinggiannya yang mencapai 5,5 meter, dari sini warga pengunjung bisa menikmati lansekap pemandangan lepas bentangan air Waduk Cacaban dengan pulau-pulau kecil di tengahnya,” katanya.

Ditanya soal kendala pengerjaan proyek, Widodo mengaku tidak ada kendala berarti selain cuaca hujan yang lebih panjang dari perkiraan. Kondisi hujan seringkali memaksa pihaknya harus menghentikan sementara pekerjaan konstruksi demi keamanan dan keselamatan para pekerja.

Sementara itu, di tempat yang sama, pengawas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kuswandi menambahkan jika pengerjaan proyek remedial ini melibatkan 300 orang tenaga kerja.

“Total jumlah pekerja di sini ada sekitar 300 orang, dimana 70 persennya berasal dari warga sekitar Waduk Cacaban. Dalam bekerja, mereka pun selalu kita pantau, mulai dari penerapan protokol kesehatan seperti pengukuran suhu tubuh hingga penggunaan alat keselamatan kerja. Di tengah situasi pandemi ini tentunya kita tidak ingin ada penularan Covid-19, sehingga risiko itu kita minimalisir, ” katanya.

Kuswandi menambahkan jika proyek Remedial Bendungan Cacaban senilai Rp 38,3 miliar ini termasuk dalam skala prioritas Proyek Peningkatan Operasional dan Keselamatan Bendungan Tahap 2 atau Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP2).

Usia Bendungan Cacaban sudah terbilang tua, sekitar 62 tahun sejak pertama kalinya beroperasi tahun 1958. “Melihat usianya ini, keberadaan bangunan bendungan menyimpan potensi bahaya besar sehingga harus dilakukan remedial, termasuk pengerukan sedimen yang diperkirakan mencapai volume 14 ribu meter kubik,” ujarnya.

Disinggung soal sulitnya mendapatkan informasi dan akses masuk ke lokasi proyek ini, Kuswandi membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan jika pihaknya tidak menghalangi siapa pun untuk masuk dan meninjau lokasi proyek sepanjang ada surat izin dan rekomendasi dari BBWS Pemali-Juana.

“Jadi, jika ada kepentingan ke sini harus mengajukan izin terlebih dahulu ke BBWS mengingat proses pekerjaan sedang berlangsung dan segala risiko bisa saja terjadi. Sementara, kami dibebani tanggung jawab menjaga keamanan dan keselamatan kerja mereka yang ada di sini, termasuk nantinya tamu yang datang berkunjung. Sedangkan untuk informasi pekerjaan sudah ada papan informasi proyek. Adapun untuk informasi lainnya seperti nilai proyek dan pemenang lelang pekerjaan konstruksi ini, publik bisa mengaksesnya melalui laman LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Kementerian PUPR,” ungkap Kuswandi. (AD)

You Might Also Like

Dandim 0716/Demak Wakili Almarhum Wartawan Sukma Wijaya Terima Penghargaan Juara Favorit TMMD
Ditresnarkoba Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan 13,82 Kg Sabu dan 10.300 Butir Ekstasi
Gandeng RS Sentra Medika Minahasa Utara, Lanud Sam Ratulangi Koordinir Donor Darah HUT ke-76 TNI
SIG Berangkatkan 880 Peserta ‘Mudik Bersama BUMN 2024’ ke Empat Provinsi di Indonesia
Pasien Konfirmasi Omicron Bisa Isoman, Simak Persyaratannya
TAGGED:Bendungan Cacaban di TegalPerbaikan Selesai 2022
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?