Perempuan Hebat, Bangsa Kuat

Oleh : Diah Tri Pujiastuti, SST
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
BPS Kota Pekalongan

RABU 22 Desember 2021 adalah Hari Ibu. Perempuan memiliki peran yang cukup krusial di dalam tatanan keluarga dan bangsa. Banyak studi menerangkan bahwa genetik kecerdasan yang diturunkan pada anak merupakan warisan dari genetik perempuan.

Menurut studi yang dilakukan oleh Direktur Complexity Institute Nanyang Technological University, John Stephen Lansing mengatakan bahwa bahasa adalah kunci penting dalam perkembangan otak dan bahasa akan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan hal ini sangat berkorelasi dengan gen garis ibu. Dan seorang anak pertama kali akan belajar bahasa dari ibunya. Dari ibu, anak belajar mengenal berbagai hal karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seiring dengan pemahaman tersebut, peran perempuan menjadi sangat penting dalam melahirkan generasi-generasi emas bagi bangsa ini khususnya di Kota Pekalongan.

Bagaimana potret perempuan di Kota Pekalongan dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa?

Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pekalongan, IPM penduduk perempuan meningkat setiap tahunnya sejak tahun 2018 hinga tahun 2020. Berturut-turut yaitu 73,25 pada tahun 2018, 73,88 pada tahun 2019 dan 74,12 pada tahun 2020. Indeks Pembangunan Manusia menjadi tolak ukur capaian pembangunan manusia yang berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup seperti umur panjang dan sehat, pengetahuan dan kehidupan yang layak. Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Pekalongan, kenaikan nilai IPM penduduk perempuan dipengaruhi oleh meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk perempuan.

Rata-rata lama sekolah penduduk perempuan di Kota Pekalongan mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak tahun 2018 hingga tahun 2020. RLS penduduk perempuan di Kota Pekalongan pada 2018 adalah 8,22 tahun, meningkat menjadi 8,50 tahun pada 2019 dan kembali meningkat menjadi 8,78 tahun pada 2020.

Rata-rata lama sekolah sebesar 8,78 tahun pada 2020 berarti bahwa penduduk perempuan di Kota Pekalongan hanya mampu menempuh pendidikan formal selama 8-9 tahun atau setara kelas 2 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sedangkan penduduk laki-laki sudah bisa menempuh penddidikan formal sampai 9 tahun.

Peningkatan nilai IPM penduduk perempuan di Kota Pekalongan juga sejalan dengan nilai Indeks Pembangunan Gender (IPG) untuk penduduk perempuan. Nilai IPG Kota Pekalongan meningkat setiap tahunnya sejak tahun 2018 hingga 2020 yaitu 94,59 pada tahun 2018, 94,92 pada tahun 2019 dan 95,17 pada tahun 2020. Nilai IPG Kota Pekalongan yang semakin mendekati nilai 100 menandakan bahwa semakin setara pembangunan antara perempuan dan laki-laki.

Namun, peningkatan nilai IPM dan IPG di Kota Pekalongan tidak sejalan dengan nilai Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Nilai IDG Kota Pekalongan menurun setiap tahunnya sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2020, yaitu 68,62 pada tahun 2018, 60,95 pada tahun 2019, dan 58,29 pada tahun 2020. IDG menunjukkan apakah perempuan dapat memainkan peran aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik.

Melihat data IDG pada komponen keterlibatan perempuan di parlemen setiap tahun sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 mengalami penurunan, begitu juga komponen perempuan sebagai tenaga professional dan sumbangan pendapatan perempuan juga mengalami penurunan nilai pada tahun 2020. Di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan juga mengalami penurunan pada tahun 2020, semula 62,17 persen pada tahun 2019 menjadi 59,34 persen pada tahun 2020. Tingkat penganguran terbuka pekerja perempuan juga mengalami peningkatan pada tahun 2020.

Melihat kondisi yang demikian, perlu perhatian yang serius bagi pemerintah Kota Pekalongan dan jajarannya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas perempuan di Kota Pekalongan dalam rangka mewujudkan generasi yang unggul kedepannya sesuai visi Kota Pekalongan untuk “Terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih sejahtera, mandiri dan berbudaya berlandaskan nilai-nilai religiusitas”.

Perempuan di masa sekarang ini tidak lagi menjadi makhluk yang lemah, yang seolah berurusan dengan kasur, sumur dan dapur. Namun, peran perempuan sangat menentukan masa depan bangsa ini. Perempuan yang cerdas akan melahirkan generasi hebat di masa depan.Jatengdaily.com-st

Share This Article
Exit mobile version