Bupati dr Hj Eisti'anah saat mengajak masyarakat tetap waspada dan patuh prokes meski level Kabupaten Demak turun dari 4 ke 2 terkait penanganan covid-19, pada PodCast di RSKW dengan tema 'Semangat Kemerdekaan' bersama Pimpinan Daerah. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com)- Bincang bersama Pimpinan Daerah dalam rangka memeringati HUT Kemerdekaan RI ke-76 berlangsung gayeng di Radio Suara Kota Wali (RSKW) Demak, Rabu (18/8/2021).

Acara ini menghadirkan Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, Wabup KH Ali Makhsun dan Ketua DPRD H Fahrudin BS, podcast yang di-host oleh Sekda dr H Singgih Setyono itu dimaksudkan mengajak masyarakat Kota Wali berjuang bersama melawan covid-19.

Karena berkat sinergitas semua pihak juga peran serta masyarakat berupa disiplin melaksanakan standar protokol kesehatan (prokes), dalam pemberantasan covid-19 Kabupaten Demak saat ini berada di level 2. Walau berhasil turun level, masyarakat diimbau tetap waspada serta mematuhi prokes.

Bupati dr Hj Eisti’anah menyampaikan, menjadi kebanggaan Kabupaten Demak menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Jateng dengan status level 2 menurut WHO. Terlebih se-Indonesia pun hanya ada empat daerah berstatus level 2 terkait keberhasilan penanganan covid-19.

“Namun level hanya lah angka. Yang terpenting kita semua tidak boleh lengah. Karena covid-19 itu nyata. Jadi kesadaran masyarakat  patuh prokes tetap wajib. Jangan pernah bosan pakai masker di mana pun berada,” kata bupati.

Sebab memakai masker yang tepat dan benar mampu mencegah paparan virus corona hingga 80 persen. Ditambah dengan 5M lainnya dan 3T, optimis upaya penanganan wabah corona berhasil maksimal.

Kondisi yang membaik namun belum baik itu pun disambut Wabup Ali Makhsun dengan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak. Termasuk di dalamnya Forkompimda, serta para kiai dan ulama.

“Membaik adalah sebuah proses, maka kita harus selalu berupaya. Alhamdulillaah kerjasama antar Forkompimda sudah dilakukan maksimal, tak ketinggalan peran kiai dan ulama  karena Demak kota religius,” ujarnya.

Mengenai kendala di lapangan, termasuk kemungkinan mengendornya semangat masyarakat untuk patuh prokes disaat mengetahui level telah turun, Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS mengungkapkan, level hanya ukuran. Maka itu menurut politisi PDIP itu prokes tidak boleh kendor, karena untuk keamanan dan keselamatan diri sendiri, keluarga juga bangsa.

Tak lupa FBS – demikian sapaan akrab Fahrudin BS, menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang telah bekerja  lebih keras dua tahun terkahir. “Terimakasih telah bekerja tanpa lelah dan jangan pernah menyerah bekerja melawan covid-19. Semoga amalan semua nakes dicatat Allah SWT sebagai ibadah aamiin,” tuturnya.

Sedangkan mengenai capaian vaksinasi di Kota Wali, bupati yang juga dokter itu menjelaskan, dari target herd imunity sebesar 70 persen dari jumlah penduduk sejauh ini sudah mencapai 25 persen vaksinasi dosis 1. Masih jauhnya capaian dari target, disebutkan karena kendala distribusi vaksin dari pusat.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Demak. Karena semua daerah di Indonesia mengalaminya. Ketika antusias masyarakat tinggi, tidak diimbangi stok vaksin. Maka itu menjadi PR pemerintah,” ungkap bupati.

Namun begitu, lanjutnya,  bersama Forkompimda telah berusaha ‘ngoyak-oyak’ pusat untuk mempercepat dan melancarkan  dropping vaksin. Kabar baiknya, pemda mendapatkan support dari TNI, Polri, juga partai politik yang telah turut mendorong percepatan vaksinasi.

Bincang gayeng itu pun direspon positif pendengar RSKW. Sejumlah pertanyaan meluncur ke meja Bertindak pengarah acara yakni KaDinInfokom Endah Cahya Rini, yang semuanya dijawab lugas para narasumber. rie-she