PIMAJT Kembali Santuni Yatim dan Piatu, Alhamdulillah Jumlah Donatur Makin Meningkat

Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA (tengah) didampingi Ketua PIMAJT Dr Hj Nur Kusuma Dewi MSi, Sekretaris MAJT Drs H Istajib AS dan Wakil Ketua Baznas Jateng KH Zain Yusuf usai menyerahkan santunan PIMAJT dan Baznas Jateng kepada anak yatim dan piatu. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMAJT), kembali menyantuni anak yatim dan piatu. Santuan berupa uang senilai Rp 500 ribu diberikan kepada 100 anak dari berberapa panti asuhan di Kota Semarang.

Ketua PIMAJT Dr Hj Nur Kusuma Dewi MSi menyampaikan terima kasih kepada Baznas RI, Baznas Provinsi Jawa Tengah serta segenap dermawan yang telah membantu menyantuni anak-anak yatim piatu melalui PIMAJT.

“Kami sampaikan terima kasih atas kepercayaaaan penyaluran kepada PIMAJT. Bahwa satunan kepada anak yatim dan piatu ini sudah kami lakukan sejak lama. Alhamdulillah jumlah penerima dan nominal yang diterima semakin meningkat. Penyaluran kali ini merupakan tahap kedua dalam rangka bulan santunan Muharram. Santunan tahap pertama beberapa waktu lalu kami salurkan santunan dari Baznas Pusat dan PIMAJT kepada 350 anak,” ungkap Dr Hj Nur Kusuma Dewi MSi.

Sementara Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA menyampaikan terima kasih atas kiprah PIMAJT dalam peran serta membantu anak-anak yatim dan piatu. “Kami Pengurus MAJT berharap semakin ke depan kita akan semakin banyak membantu anak-anak yatim dan piatu. Kami pun selalu mendoakan bahwa anak-anak yang kami bantu ini kelak menjadi anak-anak yang kuat dan sukses, sehingga kelak bisa membantu anak-anak lainnya yang senasib. Artinya bila kelak menjadi orang sukses mereka ini juga akan menjadi penyantun,”kata Noor Achmad.

Wakil Ketua Baznas Jateng Drs KH Zain Yusuf MM mewakili Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, mengatakan sampai kini Baznas Provinsi Jawa Tengah telah memberikan santunan kepada 3.474 anak yatim dan piatu, termasuk mereka yang telah kehilangan orang tua mereka akibat Covid-19.

“Hal ini tentunya juga mendukung pemerintah dalam penanganan dampak Covid-19. Bahkan kami siap membantu mereka anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 dari usia 5 tahun hingga 18 tahun. Kami akan bantu pendidikannya hingga lulus SMA. Kini kami juga sudah menjalin kerjasama dengan pondok pesantren yang memiliki madrasah, seperti milik KH Fadholan di Gunungpati,” ujar KH Zain Yusuf.st