in

Polda Jateng Bongkar Prostitusi Libatkan Artis Selebgram, Sekali Kencan Tarifnya Rp 25 Juta

Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Praktik prostitusi, berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah.

Kegiatan prostitusi ini melibatkan dua orang yang diperjualbelikan dalam prostitusi ini, yakni seorang perempuan selebgram (selebriti Instagram) dan warga negara asing yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial.

Kasus ini ini diungkap anggota Unit 2 Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng di salah satu hotel di Kota Semarang pada 15 Desember 2021. Tiga orang ditangkap dalam pengungkapan kasus ini.

Yakni dua orang perempuan yang diperkerjakan sebagai wanita penghibur, TE (26) yang merupakan artis selebgram dari Jakarta dan FBD (26) Warga Negara Asing (WNA) dari Brasil dan satu orang mucikari, berinisial JB (43) warga Bekasi, Jawa Barat.

Demikian disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Djuhandani di Semarang, Senin (20/12/2021) dalam gelar perkara.

“Keduanya diamankan di dua kamar yang berbeda saat melayani tamu yang sudah memesan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengungkapan itu bermula dari informasi tentang adanya praktik prostitusi dengan transaksi yang dilakukan di Kota Semarang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka JB, lanjut dia, besaran tarif yang dikenakan untuk sekali berkencan dengan selebgram TE tersebut mencapai Rp 25 juta.

Untuk tarif tersebut, atau dari Rp 25 juta, mucikari mengambil bagian Rp 13 juta.

Menurut dia, pemesanan jasa prostitusi itu sendiri secara langsung melalui mucikari.

Ia menuturkan bahwa mucikari JB sendiri sudah memperoleh pembayaran uang muka sebesar Rp 20 juta dari sang pemesan di Semarang pada 10 Desember 2021.

Kemudian dari uang tersebut digunakan untuk pembelian tiket sebesar Rp 3 juta, lalu ditransferkan ke TE sebesar Rp 5 juta.

Barang bukti yang turut diamankan berupa bukti transfer yang merupakan uang muka pembayaran sebesar Rp 20 juta, alat kontrasepsi (kondom), dan hp.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Perdagangan Orang, Pasal 296 dan 506 tentang prostitusi. she

Written by Jatengdaily.com

Antisipasi Banjir, Kota Semarang Lakukan Pengerukan Sungai dan Siagakan Rumah Pompa

Polusi Dekati Ambang Batas, Warga di Demak Adukan Pabrik Briket Arang ke DPRD