Program Egidu Cegah Stunting Disosialisaikan Mahasiswa KKN UNDIP

3 Min Read
Edukasi gizi pada warga di Kebumen oleh mahasiswa KKN UNDIP. Foto: dok

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Gizi kurang dan stunting masih menjadi permasalahan gizi balita di Kabupaten Kebumen. Menurut keterangan Kader Posyandu dan Bidan Desa Redisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen pada saat survei permasalahan di lokasi KKN, pada tahun 2020 lalu terdapat sekitar tujuh anak yang masuk kategori stunting.

Selain itu ada beberapa anak di mana grafik pertumbuhan di KMS (Kartu Menuju Sehat) berada di area warna kuning. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat beberapa anak yang mengalami kurang gizi ringan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dari itu dalam upaya pencegahan gizi kurang maupun stunting, mahasiswi KKN Undip, Rofifatun Nisa melaksanakan salah satu program KKN yaitu program EGiDu (Edukasi Gizi Baduta), melalui ASI eksklusif dan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) sehat serta hemat.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya ASI eksklusif, memberikan MPASI yang tepat pada bayi, dan meningkatkan motivasi ibu dalam membuat MPASI yang sehat serta hemat.

Edukasi tersebut dilaksanakan kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia dua tahun ke bawah atau disebut juga ibu baduta yang berada di wilayah kerja Posyandu Kenanga Desa Redisari. Kegiatan sosialisasi atau edukasi terkait gizi anak masih jarang dilakukan.

“Kalau kegiatan sosialisasi jarang ada mba, palingan kelas ibu hamil di Balai Desa, tapi saya belum pernah ikut, kalau di posyandu ngga pernah soalnya di posyandu Cuma penimbangan, dikasih vitamin, atau kadang imunisasi kalau pas jadwalnya”. kata Ibu Riri, salah satu ibu baduta.

Program EGiDu dilaksanakan dengan sistem door to door atau mengunjungi satu per satu rumah sasaran, guna meminimalisasi terbentuknya kerumunan di masa pandemi COVID-19. Selain edukasi secara langsung, kegiatan ini juga didukung dengan pemberian modul MPASI.

Modul tersebut berisi tentang pentingnya pemberian MPASI yang baik, strategi pemberian MPASI, ketentuan-ketentuan pemberian MPASI sesuai usia bayi, cara penyiapan dan penyimpana MPASI, serta resep-resep MPASI yang hemat juga sehat sesuai usia bayi.

“Dengan adanya sosialisasi gizi baduta diharapkan ibu dapat terus memberikan ASI eksklusif, ASI sampai dua tahun, dan MPASI yang sehat, serta dapat mengkreasikan menu MPASI agar lebih variatif” ujar Nisa saat menutup sosialisasinya.
Penulis :Rofifatun Nisa (Kesehatan Masyarakat Undip)-yds

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.