Rais Syuriyah PCNU Ajak Ulama Perkuat Dakwah di Medsos

Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail Lc menyampaikan pengarahan dalam pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Markas Besar NU Jalan Puspogiwang I no.47 Semarang, Senin (27/09). Foto:ist.

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang KH Hanief Ismail Lc mengingatkan, kehadiran Nahdlatul Ulama yang pada tahun 2026 nanti genap satu abad mempunyai tugas penting yaitu himayatul ummah (peran keumatan), himayatuddin (peran agama) dan himayatud daulah (peran kebangsaan).

Kiai Hanief mengingatkan hal itu ketika menyampaikan pengarahan dalam pembukaan Pra Musyawarah Kerja Cabang Nahdlatul Ulama (Pra Muskercab NU) Kota Semarang, di Markas Besar Jalan Puspogiwang I No.47 Semarang, Senin (27/09/2021).

Ketua Panitia Zakki Mubarok yang akrab dipanggil Gus Bobby menjelaskan, Pra Muskercab diikuti Pengurus Cabang NU masa khidmah 2021-2026, pengurus badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, pimpinan lembaga, Ketua dan Sekretaris Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan se-Kota Semarang, ‘’Pra Muskercab bertujuan untuk menjabarkan program kerja yang telah diputuskan dalam konfercab di Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah Kalialang, Gunungpati, Semarang. Muskercabnya sendiri akan dilaksanakan 5 Oktober 2021 bersamaab dengan upacara pelantikan,’’ katanya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Drs KH Anasom M.Hum dalam pidato pembukaan mengatakan, dalam periode ini pihaknya melakukan penguatan di bidang Informasi Teknologi (IT), pembentukan ranting di 177 Kelurahan se-Kota Semarang, penguatan lembaga, pendataan aset, kerja sama dengan kampus-kampus perguruan tinggi, penguatan nilai-nilai ahlussunnah waljamaah dan lain-lain.

Tantangan Luar Biasa
Menurut Kiai Hanief, menjelang 1 Abad Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan luar biasa. ‘’Gempuran dan upaya melemahkan NU datang dari berbagai arah secara bertubi-tubi. Tetapi dalam lindungan Allah swt NU selalu diselamatkan karena dalam garis perjuangan yang benar,’’ tegas pengasuh pondok pesantren Raoudlotul Qur’an An-Nasimiyah Semarang itu.

Dia mengingatkan kader-kader NU untuk terus menerus mengingatkan umat untuk terus menguatkan hubbul wathon minal iman, mencintai tanah air sebagian dari iman, NKRI harga mati, dan menyebarluaskan Islam wasathiyah, Islam rahmatan lil alamin yang membawa kesejukan dan kemanfaatan untuk bangsa dan negara.

‘’Faktanya masih ada orang-orang atau kelompok lain yang mau menghancurkan negara dan bangsanya sendiri dengan memasukkan faham dan ideologi impor. Mari kita terus dakwahkan kelompok dan orang-orang macam ini dengan dakwah Ahlussunnah waljamaah Annahdliyyah,’’ tegasnya.

Terhadap kelompok yang akan merongrong kedaulatan NKRI dan ideologi negara, Kiai Hanief memastikan akan berhadapan dengan Nahdlatul Ulama. ‘’Lahir, makan minum, sekolah, bekerja mencari makan semuanya di negeri Indonesia. Tetapi mereka tidak cinta Indonesia, menjelek-jelekkan negaranya sendiri bahkan mencoba memasukkan ideologi lain yang jelas ditolak oleh seluruh penghuni bangsa negeri ini,’’ tegas Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang itu.st