By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rawan saat Mudik Lebaran, Tertular COVID-19 dari OTG
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Rawan saat Mudik Lebaran, Tertular COVID-19 dari OTG

Last updated: 29 April 2021 02:39 02:39
Jatengdaily.com
Published: 29 April 2021 02:39
Share
SHARE

CILACAP (Jatengdaily.com) – Tradisi mudik lebaran menjadi cara warga perantauan melepas rindu dengan orang tua dan keluarga di kampung halaman setelah setahun penuh mencari rejeki di kota besar. Di tengah pandemi COVID-19 tradisi ini diminta untuk ditunda terlebih dahulu. Mengingat grafik kasus positif melonjak pascalibur panjang.

Seperti yang diketahui tradisi ini umumnya dipenuhi interaksi fisik, seperti berjabat tangan atau berpelukan. Hal ini berpotensi menjadi titik awal penularan COVID-19. Terlebih lagi apabila terdapat kelompok rentan seperti Ibu hamil, anak-anak, dan kelompok lanjut usia (Lansia).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C) Doni Monardo menyampaikan bahwa salah satu penyebab penularan apabila terjadi mudik lebaran melalui Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal ini disampaikan pada saat memberikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Satgas Penanganan COVID-19 di Kantor Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021).

“Yang berbahaya itu yang tidak ada gejala tapi positif, ini yang bahaya, karena tidak sadar sudah menulari,” kata Doni.

Selain itu, Doni berpesan untuk posko mudik juga dapat memfasilitasi penyediaan jaringan komunikasi digital.

“Berikan ruang untuk bisa berkomunikasi melalui mudik virtual, posko juga menyediakan mudik virtual ini,” Tambah Doni.

Peran kearifan lokal juga diharapkan mampu untuk menjadi mitigasi awal bagi para warga yang tingal di daerah rawan bencana. Oleh karna itu, masyarakat diminta untuk bertindak secara bijak menyikapi pandemi. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, silaturahmi dapat dilakukan secara virtual. Hal ini bertujuan untuk menjaga keluarga di kampung halaman serta dapat mengurangi angka penularan COVID-19. yds

You Might Also Like

FEB Untag Tambah Doktor Baru
127 UMKM Semarang Terima Zakat Produktif, Ketua Lazisma Sebut Tak Boleh Konsumtif
Selamatkan Lingkungan, Awali Tahun 2023 Marimas Kembali Gelar Pelatihan Ecobricks
Libur Akhir Tahun, Warga Diimbau Tetap di Rumah Saja
Imbang Lawan Yaman 1-1, Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20 2025
TAGGED:COVID-19doni monardolarangan mudik lebaranorang tanpa gejala
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?