MUENCHEN (Jatengdaily.com) – Laga perempat final Piala Eropa (Euro) antara Italia kontra Belgia di Allianz Arena, Muenchen Jerman, Sabtu (3/7/2021) pukul 02.00 WIB akan memantik perhatian terhadap salah satu sosok pemain ini. Dia adalah penyerang Belgia, Romelu Lukaku yang dijuluki Sang Predator.
Romelu Lukaku musim 2019 lalu hengkang dari Manchester United bergabung Inter Milan. Tak tanggung-tanggung semusim bergabung dia dinobatkan sebagai pemain terbaik (Most Valuable Pluaer) Serie A Liga Italia 2020/2021. Dan ia mengungguli Cristiano Ronaldo.
Lukaku dinilai berkontribusi besar terhadap scudetto Inter Milan yang diraihnya sejak 11 tahun. Di musim tersebut Lukaku menyumbang 24 gol dan 11 assist
Faktor inilah yang dianggap momok bagi para pemain Timnas Italia dalam laga perempat final Piala Eropa kontra Belgia Sabtu dinihari besok.
Kapten Italia Giogio Chiellini pun mengakui bahwa Lukaku adalah ancaman besar. “Kami sangat menyegani Lukaku sebab ia menjalani musim yang luar biasa bersama Inter, dan hal ini dipahami seluruh skuat kami,” kata bek Juventus ini.
Menurutnya, Lukaku sepanjang musim jadi saksi kami bahwa ia adalah pemenang dan pemain penting. “Tapi saya rasa mengatakan Belgia cuma Lukaku adalah keliru, sebab mereka punya pemain berkualitas di semua lini. Kami akan melakukan persiapan seperti biasa sembari mengawal Lukaku dan pemain top mereka,” kata Chiellini.
Eks pelatih Inter Milan Antonio Conte pun meminta Gli Azzurri untuk mewaspadai pilar Belgia, Romelu Lukaku. Menurutnya, Lukaku adalah salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini dan Italia harus mencari cara untuk meredam ancamannya.
Conte sendiri saat menukangi Inter Milan mengandalkan Romelu Lukaku sebagai tukang gedornya. Terbukti kepercayaan Conte tersebut dengan torehan 24 gol Lukaku di musim 2020/2021. Sayangnya kini kini Conte berpisah dengan Lukaku setelah ia mundur dari Inter Milan usai mempersembahkan tropi juara Serie A untuk Inter Milan.
Tak Konservatif
Terlepas dari sosok Romelu Lukaku yang jadi anacaman Italia, dalam laga Italia vs Belgia, pelatih tim nasional Italia Roberto Mancini tidak mau bermain konservatif dan tetap menampilkan gaya permainan mereka sendiri.
“Kami akan memainkan gaya kami sedniri, tentunya dengan kesdaran kami menghadapi tim terbaik di dunia saat ini,” kata Mancini dilansir Reuters Kamis malam.
“Fakta bahwa mereka memuncaki peringkat FIFA untuk tiga tahun terakhir artinya mereka konsisten bermain hebat dalam jangka panjang tapi kami akan tetap main dengan gaya kami sendiri,” tegasnya.
Mancini juga berjanji menyajikan pertandingan menyenangkan. “Pemenangnya adalah tim yang paling sedikit melakukan kesalahan,” ujarnya.
Sedangkan Pelatih Belgia Roberto Martinez mengakui kapten Eden Hazard dan gelandang Kevin de Bruyne masih diragukan tampil karena cedera. De Bruyne cedera pergelangan kaki sedangkan Hazard hamstring dan keduanya belum latihan termasuk Kamis pagi.
Yang perlu jadi catatan pengingat, menarik Roberto Martinez pernah membawa Wigan Atlhetic mengalahkan Manchester City saat diasuh Roberto Mancini di final Piala FA 2013. yds
