Sasar Anak Muda, Hendi Lantik Satgas Remaja Covid-19

Hendrar Prihadi. Foto: dok/bnpb

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berupaya menyasar seluruh segment dalam melakukan penanganan COVID-19 di Kota Semarang. Termasuk segment anak muda yang diupayakan dengan membentuk Satuan Tugas Remaja Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Semarang, Senin (2/8).

Keanggotaan Satgas tersebut berasal dari unsur remaja dan pemuda-pemudi dari berbagai forum yang ada di kota Semarang seperti Karang Taruna, Saka Bhakti Husada, Saka Kencana, Generasi Berencana, Forum Anak dan juga Forum OSIS.

Satuan tugas ini nantinya akan tergabung dalam Gerakan Remaja Cegah dan Pantau Covid-19 (GERCEP) Kota Semarang yang diinisiasi oleh Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi.

Adapun tugas pertama kepada Satgas Remaja Percepatan Penanganan COVID-19 di Kota Semarang adalah melakukan aksi berupa pemberian vaksin di YPAC Semarang.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menekankan, keterlibatan anak muda dapat memiliki dampak yang cukup signifikan dalam membantu penanganan COVID-19. Salah satunya untuk membantu sosialisasi antara sesama anak muda dalam meningkatkan ketertiban menjalankan protokol kesehatan.

“Saya merasa optimis, karena ini merupakan perwakilan remaja yang top semua, yang Saya rasa juga mempunyai tanggung jawab untuk ikut mengatasi persoalan Kota Semarang, termasuk Covid-19,” ujar Hendi.

Menurutnya, kelebihan anak muda saat ini adalah jumlah populasinya yang banyak, bahkan mencapai 40 persen di tingkat nasional dan di Kota Semarang. “Dan jika semua populasi anak muda Semarang kompak membantu Kota Semarang, maka kota ini tidak hanya menjadi kota yang hebat, bahkan dapat melampaui kota-kota besar lainnya,” lanjut Hendi.

Generasi muda saat ini memiliki karakteristik yang bersemangat, idealisme yang kuat, integritas yang tinggi dan wawasan yang lebih banyak serta menguasai teknologi informasi terkini.

Meski demikian, Hendi mengingatkan adanya kelemahan dari anak muda jaman sekarang yakni masalah emosi. “Maka kalau masalah emosional sudah dapat ditata dengan baik, ke depannya akan menjadi lebih baik dan lebih sukses,” tutur Hendi. st