Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Foto: dok/humas

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberi tanggapan terkait penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyatakan 10 tahun kemudian Kota Semarang bakal tenggelam.

Pria yang akrab disapa Hendi itu mengatakan setiap orang maupun lembaga bebas memberikan statement terkait penelitiannya

“Ya boleh boleh saja statement seperti itu. Wong penelitian selama ini sudah disampaikan beberapa orang bahwa tiap tahun Semarang mengalami penurunan tanah,” kata pria yang akrab disapa Hendi itu, dilansir dari humas pemkot, Selasa (10/8/2021).

Adapun kata dia, penurunan tanah di Kota Semarang tiap tahunnya berdasar peneliti terdahulu yakni berkisar 10 sampai dengan 20 centimeter.

“Jadi kalau ini engga disikapi dengan baik dan ditindaklanjuti, ya benar mungkin orang bisa mengatakan Semarang bisa tenggelam. Kita sebagai Manusia engga boleh diam saja. Saat adanya penurunan tanah ya harus ada kebijakan,” tegasnya.

Pemkot Semarang, lanjutnya telah memiliki rencana untuk mencegah terjadinya penurunan air tanah maupun mencegah terjadinya tenggelam yakni penanaman tembakau, mengurangi pemakaian air tanah, mengurangi abrasi dengan membuat tanggul laut dan lain lain.

“Jadi apa yang sedang dilakukan pemerintah baik pusat, provinsi maupun kota, masyarakat pesisir maupun masyarakat yang peduli lingkungan ini adalah bagian dari upaya kita untuk tidak segera tenggelam,” imbuhnya.

Dia pun meminta masyarakat tak panik terhadap penelitian itu.  “Enggak usah panik. Ikuti aja peneitian yang ada. Wong namanya penelitian ya sah-sah saja,” tandas Hendi. She