RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang salah satu RS yang menerima pasien dari luar kota. Foto: dok/RSUDWongsonegoro

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sebagai kota rujukan untuk pasien Covid-19 di Jawa Tengah, Kota Semarang siap melayani pasien dari luar Semarang. Saat ini okupansi  tempat tidur ruang isolasi  mencapai 52 persen dari jumlah 1.178 tempat tidur.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan kasus Covid-19 saat ini mengalami kenaikan, data yang ada, minggu ke 19 kasus Covid-19 mencapai 387 kasus. Sedangkan pada minggu ke 20 di angka 531, bahkan di minggu 21 ini angkanya mencapai 651.

“Kenaikannya mencapai 60 persen, di minggu ke 21 ini angkanya mencapai 651 pasien, jadi kita tetap harus waspada,” katanya dilansir Senin (7/6/2021).

Awal Mei lalu  kenaikan pasien dari luar kota yang masuk ke Semarang mencapai 91,3 persen.

Ketersediaan tempat tidur isolasi, kata dia, di angka 1.178 dan saat ini sudah terpakai sebesar 52 persen. Jumlah pasien terbanyak pada pekan kemarin, berasal dari Kudus sebanyak 66 pasien, Demak 46 pasien, Grobogan 21 pasien, Kabupaten Semarang 18 pasien, Kendal 18 pasien dan Pati 14 pasien.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan jika Semarang membuka pintu bagi pasien Covid dari luar kota untuk dirujuk dan dirawat di Semarang. Ia pun memastikan jika tempat isolasi di Semarang masih mencukupi.

“Kita tidak masalah, sepanjang kota mampu akan tetap diterima, kebetulan lonjakan di Semarang tidak terlalu signifikan, jumlah ruang isolasi pun masih mencukupi dan pelayanan pasiennya sama,” katanya. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here