By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sore Ini Masyarakat Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan Total
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sore Ini Masyarakat Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan Total

Last updated: 26 Mei 2021 09:56 09:56
Jatengdaily.com
Published: 26 Mei 2021 09:48
Share
Gerhana Bulan. Foto: BMKG
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) –Hari ini, Kamis (26/5/2021), Gerhana Bulan Total (GBT) atau Super Blood Moon atau Bulan Merah Super akan menghiasi langit Indonesia, dan masyarakat di Indonesia bisa menyaksikannya.

Untuk warga Jateng, bisa melihat puncak gerhana sekitar pukul 18.18.43 WIB, sampai pada gerhana bulan berada pada posisi akhir total pada pukul 18.27.57 WIB dan  akhir sebagian yakni berkisar pukul 19.52.49 WIB dan penumbra pada pukul 20.51.16 WIB.

Mengutip dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke umbra bumi. Akibatnya, saat fase totalitas gerhana terjadi bulan akan terlihat berwarna kemerahan.

Untuk menyaksikannya, masyarakat tak perlu dengan kacamata khusus karena bisa dilihat dengan mata telanjang.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Dan Antariksa, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Emanuel Sungging Mumpungi mengatakan bahwa gerhana bulan total bisa dilihat dengan mata telanjang.

Sebab, gerhana bulan total sama dengan purnama biasa. Akan tetapi, karena posisinya sejajar dengan matahari dan bumi, maka cahaya bulan akan terhalangi bayangan.  Atau bisa juga melihat dengan teropong binokular, agar nampak permukaan bulannya.

Gerhana bulan total kali ini bisa juga disebut dengan Bulan Merah Super, mengingat lebar sudutnya yang lebih besar 13,77% dibandingkan dengan ketika berada di titik terjauhnya (apoge).

Pada puncak gerhananya, di sebagian besar wilayah Indonesia posisi Bulan dekat dengan horizon di bagian Timur sehingga memungkinkan pengamat untuk dapat mengabadikan kejadian gerhana ini dengan latar depan bangunan yang bersejarah atau ikonis. Namun, masyarakat yang berada di pesisir atau pinggir laut (pantai) diimbau untuk mewaspadai terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya. Adapun peristiwa ini bisa dilihat di https://www.bmkg.go.id/gbt. she

You Might Also Like

Syekh Puji Laporkan Konten YouTube Yang Cemarkan Nama Baiknya
Di Loji Gandrung, Ahok dan Gibran Bernostalgia dan Bahas Leadership
Trie Utami Daur Ulang Lagu Krakatau Band Secara Akustikan
Kejati Sulbar Bekuk Buron 11 Tahun di Rumdin Lapas Perempuan
Wali Kota Agustina Wilujeng Pastikan Percepat Penanganan Banjir di Semarang
TAGGED:Gerhana Bulan Total
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?