Sowan Gus Mus, Walikota Semarang dapat Bekal Shalawat Nabi

Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji dan Wali Kota Semarang H Hendrar Prihadi SE MM bersilaturahmi dengan Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di kediamannya kompleks Pondok Pesantren Roudlotut Tholibien Leteh, Rembang, Minggu (5/09/2021). Foto:ist

SEMARANG ( Jatengdaily.com) – Pada masa pandemi Covid-19, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) membatasi tamu yang ingin bersilaturahmi. Beberapa pejabat dari Jakarta terpaksa belum bisa bertemu dalam beberapa hari terakhir ini. ‘’Insya Allah ini bagian dari ikhtiar dalam rangka menjaga Gus Mus supaya tetap sehat walafiat terus membimbing kita jauh dari segala penyakit termasuk Covid-19,’’ kata Prof Dr H Abu Rokhmad MAg, salah satu keluarga dekatnya.

Sekretaris MUI Jateng Agus Fathuddin Yusuf mengaku sangat beruntung karena berhasil bertemu bersilaturahmi dengan Gus Mus di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Roudlotut Tholibien, Leteh, Rembang. ‘’Itu pun jauh-jauh hari, salah satu putrinya Ning Almas melakukan screening dengan ketat siapa-siapa tamunya yang akan hadir bertemu Gus Mus. ‘’Jangan lebih dari empat orang nggih, yang lain di luar ruangan. Wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun maupun handsanitizer yang tersedia,’’ kata Ning Almas.

‘’Kedatangan saya menyertai Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Wali Kota Semarang H Hendrar Prihadi SE MM dan Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng Drs H Moh Ahyani MSi,’’ kata Agus.

Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi mengatakan, kedatangannnya sowan untuk meminta waktu Gus Mus agar bersedia hadir memberikan tausiah dan doa peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Rumah Sakit MAS-MAJT di Jalan Jolotundo Semarang, tepat di sebelah barat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu 8 September 2021.

Sedang misi utama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi selain bersilaturahmi dia menyampaikan terima kasih dan penghargaan karena Gus Mus telah bersedia menyampaikan tausiah walaupun secara virtual dalam Istighotsah dan tahlil 1 Muharam 1443H yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang belum lama ini. Semula yang akan hadir bersilaturahmi dengan Gus Mus selain Kiai Darodji dan Wali Kota Semarang mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz dan Ketua Baznas RI Prof Dr H Noor Achmad MA. Namun keduanya mendadak berhalangan.

Bekali Shalawat
Pada akhir silaturahmi, Gus Mus membekali tamu dengan ijazah berupa shalawat. ‘’Baca shalawat apa saja yang sampean hafal dan suka, karena khasiatnya luar biasa,’’ kata Gus Mus. Dia sendiri juga mendapatkan ijazah dari guru-gurunya antara lain Mbah Imam Sarang Rembang, Mbah KH Mahrus Lirboyo juga shalawat.

Gus Mus mengaku sempat disebut wali oleh salah satu jamaahnya yang hadir meminta ijazah karena terlilit utang piutang. Kepada orang itu KH Mustofa Bisri memberi ijazah agar membaca shalawat 6.000.000 kali. Tetapi karena keberatan jumlahnya yang sangat banyak, orang itu menawar (ngenyang, Jawa.red) agar dikurangi. Akhirnya Gus Mus mengurangi dari 6.000.000 menjadi 6.000 kali saja. Setelah diamalkan, dalam waktu singkat orang itu datang mengabarkan kalau dia sudah terbebas dari lilitan utang.

Agus Fathuddin menuturkan dia teringat mendapat ijazah shalawat dari almaghfurlah KH Maimoen Zubair yang jumlahnya luar biasa banyaknya. ‘’Saya ngenyang akhirnya didiskon Mbah Moen tinggal 17 kali dan saya amalkan hingga sekarang,’’ kata Dosen FISIP Unwahas itu.

‘’Demikian pula shalawat ‘’Gembolan’’ dan Jaljalut dari KHM Cholil Bisri kakak kandung Gus Mus, langsung diberikan Mbah Cholil saat saya pamitan mau meliput suasana genting di Timor-Timur. Dari Almaghfurlah KH Masruri Mughni saya dapat ijazah Shalawat Fatih,’’ tutur Agus.

Khusus kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Gus Mus memberikan bekal ijazah Shalawat Nabi. Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang itu merasa senang dan gembira karena mendapat oleh-oleh amalan shalawat dari Gus Mus. ‘’Alhamdulillah bekal dari Gus Mus luar biasa. Insya Allah akan kami amalkan Bersama istri dan anak-anak juga masyarakat Kota Semarang,’’ katanya.

Menurut KH Ahmad Darodji, shalawat memang luar biasa. ‘’Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan membaca shalawat nabi. Anjuran untuk bershalawat dapat ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadits. Misalnya dalam Surat Al-Ahzab ayat 56, sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,’’ kata Kiai Darodji.

Keutamaan membaca shalawat juga terdapat dalam berbagai riwayat hadits. Pada hadits riwayat Imam Muslim disebutkan, siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.

Shalawat nabi menurut Gus Mus memiliki banyak keutamaan bagi yang mengamalkannya. Selain soal ganjaran pahala, amal shalawat nabi juga dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat orang yang mengamalkannya. Mari kita lawan Covid-19 dengan memperbanyak bacaan shalawat. st