DEMAK (Jatengdaily.com) – Sempat diagendakan pada Mei 2021, pembangunan jalan tol seksi II yang berlokasi di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak akhirnya ditinjau Presiden Joko Widodo, Jumat (11/6/2021). Kehadirannya didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Usai meninjau progres pembangunan jalan tol sepanjang 26.60 kilometer, yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut itu, Jokowi manyampaikan, keberadaan proyek pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak ini, nantinya dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama yang menghubungkan ruas Jalan Raya Kaligawe dengan Bandar Udara Ahmad Yani.
“Jalan tol ini kita harapkan akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan di Kaligawe dan Bandar Udara Ahmad Yani. Ruas jalan yang sudah berpuluh-puluh tahun selalu macet baik karena kendaraan-kendaraan besar yang semuanya lewat di jalur ini,” kata Jokowi.
Menurutnya, keistimewaan jalan tol ini adalah fungsinya yang tak hanya sebagai penghubung, tetapi juga sebagai tanggul laut yang akan berfungsi sebagai pengendalian banjir.
Disebutkan juga, proyek Jalan Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari jaringan tol Jawa koridor Pantai Utara Jawa. Sebab menghubungkan Semarang, Demak Rembang, Tuban dan Gresik. “Untuk ruas Gresik-Surabaya telah terhubung jalan tol, dan telah dioperasikan,” ujarnya.
Jalan tol Semarang-Demak tersebut terbagi menjadi dua seksi. Seksi I yaitu Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 KM dan seksi II yaitu Sayung – Demak, sepanjang 16,31 kilometer.
“Seksi satu dukungan dari pemerintah dan seksi yang kedua skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” ujar Jokowi.
Menurutnya, jalan Tol Semarang Demak Seksi I, juga berfungsi untuk pengendalian banjir rob, dengan adanya fungsi kolam retensi dan adanya tanggul laut. Dan pengembangan area yang tadinya terendam menjadi kering,” ujar Jokowi.
Kawasan di sekitar tol Semarang Demak Seksi II yang saat ini masih terendam rob nantinya akan menjadi kering, sehingga ke depan bisa digunakan untuk kawasan industri dan pendukungnya serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. rie-yds


