By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tangkal Radikalisme, Polri Gandeng Ulama Blusukan ke Ponpes
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tangkal Radikalisme, Polri Gandeng Ulama Blusukan ke Ponpes

Last updated: 23 April 2021 17:06 17:06
Jatengdaily.com
Published: 23 April 2021 17:06
Share
Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan didampingi Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Additama pada acara silaturahmi dan diskusi tentang kontra radikalisme di Ponpes Langgar Wali Jogoloyo. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Aksi terorisme yang kembali bermunculan di negeri ini sungguh memprihatinkan. Terlebih ketika kelompok milenial terlibat di dalamnya, menjadikan Polri meningkatkan pengawasan pada penyebaran faham radikal, khususnya yang dicurigai menyasar kalangan muda itu.

Sehubungan itu jajaran Polri pun menggandeng ulama untuk diajak blusukan ke pondok pesantren menangkal aksi terorisme melalui program kontra radikalisme. Seperti dilaksanakan Div Humas Mabes Polri, yang menggelar kegiatan Silaturahmi dan Diskusi Kontra Radikalisme di Pondok Pesantren Langgar Wali Jogoloyo Demak, dengan menghadirkan Muhammad Najih Arromadloni, pengurus MUI pusat sebagai narasumber, Kamis (22/4).

Kepada pengelola ponpes juga perwakilan santri, Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan didampingi Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Additama menjelaskan, radikalisme sebagai bibit aksi terorisme harus dilawan bersama. Sebab Polri tidak bisa kerja sendiri.

“Maka itu perlu ada dukungan dari segenap elemen masyarakat, termasuk di dalamnya tokoh agama, juga pemimpin ponpes serta stake holder terkait seperti kalangan akademisi,” ujarnya.

Terlebih ketika masyarakat dan aparatnya lengah, sel-sel radikalisme akan cepat menyebar. Generasi muda atau kelompok milenial lah menjadi sasarannya, yang sengaja direkrut untuk menjadi pelaku terorisme.

Program kontra radikalisme dimaksudkan untuk membentengi sekaligus mempertahankan diri dari ancaman masuknya faham radikal ke masyarakat. Ketika telah memahaminya, doktrin radikalisme tidak akan mudah masuk pada masyarakat.

Di sisi lain, lanjutnya, kelompok terorisme di Indonesia masuk melalui jalur pendidikan termasuk pondok pesantren. Itu sebabnya penting menggandeng kalangan akademisi, ulama dan pesantren, bahkan tokoh pemuda untuk melanjutkan materi kontra radikalisme kepada generasi muda.

Sementara itu, M Najih yang pernah mengenyam pendidikan tinggi di Suriah mengungkapkan, saat ini Radikalisme sudah masuk kelompok remaja. Parahnya, mereka melakukan bom bunuh diri dan menganggapnya sebagai sebuah perjuangan jihad bisabilillah.

Sehingga yang perlu diwaspadai, lanjutnya, radikal itu seperti sel yang tidur. Ketika masyarakat dan aparat lengah dia akan menjalar ke mana-mana.

“Maka pondok pesantren NU dengan akidah ahlusunah wal jamaah mestinya dapat menjadi vaksin, laiknya vaksin di masa pandemi COVID-19 ini. Sebab faham Wahabi selalu melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan Islam. Mereka tak segan menfitnah, mengkafirkan, bahkan membunuh sesama umat Islam dengan dalih jihad,” urainya.

Disebutkan pula, Islam dan nasionalisme bukan untuk dipertentangkan. Islam dan nasionalisme adalah dua kutub yang saling melengkapi. Agama itu pondasi, dan negara itu bangunannya. “Mari bersama menjaga lingkungan kita dari ideologi yang ektrim dan radikal. Sebab membela negara sama dengan membela agama,” tandasnya. rie-yds

You Might Also Like

Polisi Tetapkan Ketua KPK Firli Bahuri Sebagai Tersangka Pemerasan ke SYL
Ryamizard Ryacudu: Petugas KPPS dan Polisi Meninggal Layak Diberi Penghargaan
Mbah Minto Demak Dituntut 2 Tahun Penjara, JPU Anggap Main Hakim Sendiri Bukan Bela Diri
Ombudsman Jateng Sampaikan Duka, Buka Posko Pengaduan Dugaan Kekerasan Aksi Unjuk Rasa
KPU Terancam Kehilangan 7.551 Tenaga Honorernya, Menyusul Rencana Penghapusan Non ASN
TAGGED:demakdiskusi kontra radikalismemabes polri
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?