Loading ...

Teliti Islamic Leadhership Entrepreneur, Dasmadi Raih Doktor dari Unissula

unissula doktyor

Dr Dasmadi SE MM (empat dari kiri) berfoto bersama tim penguji. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dasmadi SE MM, berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat kelulusan sangat memuaskan dari Program Studi Doktor (S3) Ilmu Manajemen, Pasca Sarjana, Fakultas Ekonomi (FE), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Jumat (26/11/2021).

Dalam ujian terbuka tersebut, Dasmadi yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Boyolali tersebut mempresentasikan disertasinya dengan judul Stimulation of Islamic Leadhership Entrepreneur Menuju Peningkatan Kinerja Organisasi.

Kelahiran Boyolali, 17 Juni 1982 ini memaparkan, bahwa model pengembangan stimulation of Islamic leadhership entrepreneur yang didorong oleh kualitas pengetahuan berpotensi mendorong kinerja organisasi yang baik.

”Konsep stimulation Islamic leadhership entrepreneur memang menjadi salah satu kekuatan untuk kemajuan organisasi atau perusahaan. Maka, di sini pimpinan harus selalu mengikuti perkembangan jaman dan inovatif, sehingga bisa memajukan organisasi atau perusahaan,” jelasnya.

Menurutnya, para pimpinan harus memiliki kualitas, dimana pimpinan perusahaan harus mengikuti prinsip berubah menuju kebaikan, jika tidak ingin punah perusahannya.

”Hanya perusahaan yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan berinovasi yang akan bertahan,” jelasnya.

Sedangkan konsep Islam di dalamnya, adalah dimana pemimpin harus juga menguatkan konsep ibadah. Intinya, seorang entrepreneur yang menjalankan Islamic leadhership (kepemimpinan dengan dasar Islam) dalam beraktivitas harus berprinsip halal, misalnya dalam membuat produk bukan plagiat dan sumber baku yang digunakan juga halal, dengan ditunjang kualitas.

”Konsep yang kita bangun dalam kepemimpinan di sini, juga harus peduli lingkungan sosial,” jelasnya.

Seorang pemimpin yang menjalankan prisip Islamic leadhership adalah memiliki karakter muslim yang dominan, yakni menyeimbangkan kepentingan dunia dan akherat sehingga menjadi nilai ibadah.

”Integrasi bisnis dan ibadah tersebut, dapat diimplementasikan dengan memegang teguh bagaimana berbisnis tidak melanggar agama dan tidak melanggar peraturan pemerintah,” jelasnya.

Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), yang merupakan asosiasi profesi penerbit pertama yang ada di Indonesia yang menaungi para penerbit.

Implikasi yang didapat dari penelitian ini menurutnya, adalah diterapkan dalam IKAPI dan perusahaan atau organisasi dimana pun agar selalu siap merespon dengan cepat dan mampu berinovasi dengan perkembangan jaman, di tengah era digitalisasi.

Dalam ujian terbuka tersebut dipimpin oleh Prof Dr Widodo yang juga merupakan promotor, dengan tim penguji adalah Dr Budhi Cahyono merangkap co promotor, Prof Dr Muati, Prof Heru Sulistyo, Nurhidayati SE MSi PhD, Drs Bedjo Santoso MT PhD, Drs Widiyanto MSi PhD, dan Dr Ken Sudarti. she