By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Vaksinasi Covid-19 Tahap I, Walikota Magelang Urung Disuntik
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Vaksinasi Covid-19 Tahap I, Walikota Magelang Urung Disuntik

Last updated: 25 Januari 2021 17:46 17:46
Jatengdaily.com
Published: 25 Januari 2021 17:46
Share
Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Magelang. Foto: Humas
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)– Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Magelang mulai mendapat vaksin Covid-19 di pendopo RSUD Tidar, Senin (25/1/2021). Kegiatan tersebut menjadi tanda diawalinya pencanangan vaksinasi Covid-19 di wilayah ini.

Para pejabat yang disuntik di antaranya Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Sekretaris Daerah Joko Budiyono, Kasdim 0705/ Magelang Mayor Inf Sudarno, Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi, Kepala Kejaksaan Negeri Siti Aisyah, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Magelang.

Sebelum disuntik oleh petugas medis, mereka terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan kesehatan awal (screening). Jika sehat dan memenuhi syarat maka mereka langsung divaksin oleh petugas.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito tidak masuk pejabat yang mendapatkan vaksin Covid-19 karena usianya sudah lebih dari 60 tahun. Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Magelang Taufik Nurbakin juga tidak lolos screening karena saat itu tekanan darahnya tinggi.

“Terima kasih kepada semua pihak, utamanya Dinkes dan RSUD Tidar yang telah mempersiapkan pencanangan vaksinasi Covid-19 ini dengan baik. Kita mulai vaksinasi ini dalam rangka menciptakan herd imunity atau kekebalan kolektif,” jelas Sigit, di sela-sela kegiatan tersebut.

Sigit menambahkan, tujuan vaksinasi adalah untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19. Namun ia mengingatkan, vaksin bukan satu-satu cara untuk mencegah paparan virus tersebut. Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Vaksinasi tidak segala-galanya, ini usaha pemerintah untuk mencegah. Tapi protokol kesehatan tetap berlaku ketat, jangan lengah,” tegas Sigit.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Magelang Yis Romadon menjelaskan, pada tahap pertama Kota Magelang mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Sasarannya 3.630 orang sumberdaya manusia kesehatan (SDMK), dan 10 orang pejabat publik.

Ditambahkan, pengambilan vaksin dilakukan sesuai prosedur dengan rantai dingin memakai mobil yang memenuhi standar, mulai Sabtu (23/1/2021). Vaksin tersebut kemudian disimpan di UPT Instalasi Farmasi. Pihaknya memastikan vaksin tersimpan dengan baik di tiga freezer, yang didukung cadangan genset yang memadai.

“Mulai Minggu (24/1/2021), vaksin didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Magelang dan target hari ini selesai,” imbuh Yis.

Sebanyak 19 faskes yang melayani vaksin di Kota Magelang, terdiri dari tujuh Rumah Sakit, lima Puskesmas, enam Klinik, dan satu Balkesmas. Adapun vaksinator akan dilakukan oleh nakes yang telah mendapat pelatihan dari Satgas Covid-19 Jawa Tengah. Masing-masing faskes mendapat jatah empat orang vaksinator.

“Pada pencanangan ini sasaran vaksin adalah tokoh-tokoh publik, dilanjutkan dengan 130 SDMK,” sebut Yis.

Yis menambahkan, sosialisasi vaksin sudah dilaksanakan secara internal di kalangan nakes di seluruh faskes. Selanjutnya dilakukan sosialisasi untuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum.

Vaksinasi tahap pertama dilaksanakan sampai 28 Januari 2021 dengan sasaran utama SDMK. Kemudian petugas pelayan publik dan masyarakat rentan maupun nonrentan.

“Setelah divaksin yang bersangkutan kemudian akan dimonitor sekitar 25 menit, untuk melihat efek samping pascavaksin atau KIPI,” terang Yis. She

You Might Also Like

Potensi Ancaman Peningkatan Kasus DBD Harus Segera Diantisipasi
Perkuat Konektivitas Nasional, Telkom dan CCSI Bersinergi Pengembangan SKKL SUB-2
Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Wabup Demak Ajak Tingkatkan Ketaqwaan Selama Ramadhan
Hadir di Semarang, The All-New Citroën C3 Aircross SUV Tawarkan 7 Kenyamanan Terbaik di Kelasnya
8 Kebo Bule Keturunan Kyai Slamet Milik Keraton Solo Terpapar PMK, Seekor Mati
TAGGED:vaksinasi di magelangWalikota Magelang Urung Disuntik
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?