By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Varian Covid Delta Makin Diwaspadai, Mudah Menular lewat Udara
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Varian Covid Delta Makin Diwaspadai, Mudah Menular lewat Udara

Last updated: 3 Juli 2021 15:26 15:26
Jatengdaily.com
Published: 3 Juli 2021 14:13
Share
Ilustrasi
SHARE

SEMARANG  (Jatengdaily.com)- Pakar epidemiologi dari Fakultas Kedokteran (FK)  Universitas Diponegoro (UNDIP) Prof Dr dr Suharyo Hadisaputro Sp PD KPTI mengatakan, penyebaran virus Covid-19 saat ini makin  masif.

‘’Setiap hari kasus kematian terjadi, jumlah yang tertular meningkat, dan membuat kondisi ini memprihatinkan. Kenapa terjadi, karena faktor agen, host, dan lingkungan. Untuk agen, itu sekarang kan virus corona ini ada beberapa macamnya.

Yang jadi masalah, virus Delta ini, sangat dikhawatirkan karena dimungkinkan  penyebaran yang begitu masif, yang dulu hanya lewat droplet (percikan cairan atau lendir yang dihasilkan oleh saluran pernapasan-red) atau lewat benda, sekarang kelihatannya juga lewat udara. Bahayanya, virus ini lebih ganas, dibanding varian lainnya,’’ jelasnya, Sabtu (3/7/2021).

Dia mengatakan hal ini dalam acara  yang digelar Fakultas Kedokteran Undip terkait membahas tentang meningkatnya kasus Covid-19 saat ini, yang dipimpin Dekan Fakultas FK Undip, Prof. Dr. dr. Dwi Pudjonarko.

Lebih lanjut menurutnya, hal lain juga karena pengaruh efektifitas vaksinasi. ‘’Maka, ini yang menyebabkan penyebarannya makin masif,’’ jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, kondisi ini diperburuk dari protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat yang juga abai. Titik lengah masyarakat, misalnya adalah, saat makan bersama, menghadiri acara pemakaman,  olahraga bersama namun setelah itu makan-makan bersama dan foto bersama,  kumpul-kumpul, menghadiri acara pernikahan, main ke mal dan lainnya.

Hal ini bisa diminimalisir dengan cara masyarakat melakukan prokes yang ketat, juga vaksinasi yang bisa menjangkau makin banyak warga.

Varian delta sendiri sudah ditemukan di Indonesia ada 326. Varian ini sudah mendominasi mengalahkan varian lainnya. she

You Might Also Like

Cakupan Imunisasi Rendah, Bulan Imunisasi Anak Nasional Digelar
Laju Kencang, Mobil Dinas Tabrak Truk di Jalur Tol Semarang-Solo Dua Tewas
Gisel Tersangka Kasus Video Syur
BigBox Permudah BPOM Awasi Obat dan Makanan melalui Sosial Media
Revitalisasi Terminal Tingkir Salatiga, Berkonsep Mixed Use
TAGGED:COVID-19epidemiologi undipProf Dr dr Suharyo HadisaputroVarian Delta
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?