By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Wacana Impor Beras Hancurkan Harga Gabah
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Wacana Impor Beras Hancurkan Harga Gabah

Last updated: 16 Maret 2021 21:44 21:44
Jatengdaily.com
Published: 16 Maret 2021 21:44
Share
, Yudi Indras Wiendarto
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Rencana impor beras yang dilakukan pemerintah pusat telah membuat petani merugi. Rencana itu membuat harga gabah hancur di saat panen raya, terutama di wilayah Jateng. Jika biasanya harga jual gabah lebih dari Rp 4.000 atau hampir menyentuh Rp 5.000 per Kg nya, kini di bawah Rp 4.000 per Kg. Penurunan berkisar Rp 500 – Rp 1.000 per Kg.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengatakan baru sampai rencana saja, petani sudah sangat merugi. Apalagi saat beras impor itu datang ke Indonesia. Hal itu jelas memberatkan petani yang akan menjual hasil panennya.

“Impor beras di tengah panen raya ini jelas tidak tepat. Bisa mematikan petani. Bisa saja mereka nanti kapok menanam padi dan itu jelas akan merugikan pemerintah juga yang katanya menginginkan swasembada beras,” ujar Yudi yang merupakan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng ini, Selasa (16/3).

Karena rencana impor 1 juta ton beras ini kadung membuat harga gabah anjlok, menurutnya, pemerintah wajib memberikan solusi. Gabah-gabah petani mesti terserap oleh Bulog. Dengan catatan, harga belinya pun standar dan tidak boleh mengikuti mekanisme pasar. Lantaran harga gabah sedang jatuh.

Hal itu sebagai bentuk hadirnya pemerintah atas persoalan yang terjadi saat ini. Di sisi lain, sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah atas kegaduhan yang ditimbulkan.

Langkah kedua, pemerintah harus menyetop rencana tersebut. “Tak ada alasan untuk impor. Saat ini cadangan beras masih aman. Lalu apa alasan pemerintah merencanakan impor beras?” katanya.

Apalagi Perusahaan Umum Bulog (Perum Bulog) memperkirakan cadangan beras pemerintah atau CBP nasional akan menyentuh satu juta ton pada akhir April 2021. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi tahun ini produksi beras nasional berpotensi naik tinggi sebesar 4,86 persen karena panen raya di awal tahun.

Lalu bagaimana dengan Jateng? Cadangan beras juga aman. Pada musim panen ini produksi beras dipastikan surplus. Berdasarkan perhitungan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng akan ada surplus 1 juta ton. st

You Might Also Like

Hadiri Rakernas PDIP, Mbak Ita Beberkan Strategi Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem
Dorong Pengembangan Wayang Jazz Baruwani, Inilah Inovasi Unik SBI dan Seniman Cilacap dalam Program Pemberdayaan Masyarakat  
IDI Kota Semarang Optimistis, Nyamuk Wolchabia Efektif Tekan Angka Demam Berdarah
Gempa M7,0 di Kepulauan Talaud Sulut, Sejumlah Infrastruktur Rusak
Peringati HUT ke-9, Komunitas Pecinta Alam Semen Gresik Mendaki ke Gunung Ungaran
TAGGED:dprd jatengharga gabah anjlokimpor berasperum bulog
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?