By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Warga Jateng Banyak Yang Sudah Mudik Sebelum Pelarangan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Warga Jateng Banyak Yang Sudah Mudik Sebelum Pelarangan

Last updated: 2 Mei 2021 08:43 08:43
Jatengdaily.com
Published: 2 Mei 2021 08:43
Share
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: HumasProv
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pantauan mudik di Provinsi Jawa Tengah saat ini menunjukkan bahwa, justru lebih banyak warga yang keluar Jawa Tengah. Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, banyak warga yang sudah menyempatkan pulang sebelum adanya pelarangan.

“Mungkin karena sudah nggak ada kerjaan dan memang ada situasi yang dia harus pulang. Dan ketika itu waktunya di luar ketentuan yang dilarang, ya memang tidak apa-apa,” kata Ganjar dilansir Minggu (2/5/2021).

Ia menerangkan, regulasi larangan mudik itu muncul lantaran masayarakat masih ada yang tidak taat sehingga diperlukan kebijakan yang lebih ketat.

“Kalau tidak taat kan bahaya. Bahaya (kalau) nular. Seperti kejadian Pati, yang sedang jadi perhatian saya, karena ini (penularannya) dari (orang yang) mudik. Sudah dari mudik, ngundang wong ,(mengundang orang) terus kemudian semua berkumpul, ya sudah,” ujarnya.

Ganjar menilai apabila aturan mudik disepelekan, maka potensi penularan akan tinggi. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.

“Maka saya memohon kepada masyarakat untuk ayo bareng-bareng kita jaga agar semuanya sehat, semuanya selamat,” tegasnya.

Regulasi yang ada saat ini tidak melulu persoalan pembatasan. Menurutnya, aturan itu hanya sebagai instrumen pengingat. Ganjar juga mengatakan, yang terpenting dalam pengendalian Covid-19 adalah kesadaran masyarakat untuk saling menjaga dan menaati protokol kesehatan maupun regulasi yang ditetapkan pemerintah.

“Tapi kalau orang sudah sadar, maka (bisa) jalan, seperti di Taiwan. Taiwan itu satu negara kecil yang bisa melakukan (protokol kesehatan dengan taat), karena masyarakat sadar. Yang meninggal sedikit banget, yang kena juga sedikit. Yang meninggal kalau tidak salah, tidak sampai 10, jelas Ganjar. Hal itu karena mereka yakin, bahwa untuk mencegah penularan Covid-19, partisipasi mereka sangat diperlukan.

“(Mereka) Itu semua mengatakan, “karena kami sadar untuk menjaga bersama-sama.” Narasi begini yang kita butuhkan,” tandasnya. she

You Might Also Like

Berangkatkan 177 Lurah ke Klaten, Wali Kota Semarang Siap Kembangkan Koperasi Merah Putih
Setelah Ganjar, Gantian Erick Thohir Disambut Yel Cawapres di Rapimwil PPP Jateng
Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polda Jateng Layani Kesehatan Gratis di RS Bhayangkara Surakarta
Saipul Jamil Tak Menyangka Asistennya Terlibat Kasus Narkoba
5 Provinsi Termasuk Jateng Diminta Tak Lengah Tekan COVID-19
TAGGED:Sudah Mudik Sebelum PelaranganWarga Jateng Banyak Yang Sudah Mudik
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?