Warga Pesisir Pekalongan Kurang Gemar Makan Ikan

5 Min Read

Oleh: Triyadi Anugerah Suharto, SE

ASN pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan

BERADA di pesisir pantura Jawa dengan potensi besar bidang perikanan tak membuat warga Kota Pekalongan gemar makan ikan. Kota Pekalongan terletak di pesisir utara pulau Jawa dengan pelabuhan perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) cukup besar.

Ada banyak kapal yang melakukan bongkar muat di pelabuhan Kota Pekalongan dengan hasil tangkap berbagai macam ikan laut, baik yang berasal dari kapal–kapal kecil maupun kapal besar dari dalam kota dan luar Kota Pekalongan setiap harinya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah produksi ikan yang dilelang atau dibongkar di TPI Kota Pekalongan pada triwulan III tahun 2021 mencapai 23,337 ton. Ikan-ikan yang dilelang diantaranya ikan cakalang, layang, kembung, tongkol, tenggiri dan masih banyak lagi jenis ikan yang dilelang di sini. Meski produksi ikan tangkap di Kota Pekalongan tidak sebesar satu dekade lalu, akan tetapi hasil perikanan tangkap yang dilelang di kota batik ini masih tergolong tinggi.

Meski produksi perikanan tangkapnya tergolong tinggi, ternyata tidak mengindikasikan tingginya konsumsi ikan pada masyarakat Kota Pekalongan. Dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2021, diperoleh data bahwa rata-rata pengeluaran perkapita masyarakat untuk kelompok ikan hanya sebesar 27.108 rupiah per bulannya.

Nilai ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran perkapita masyarakat untuk konsumsi kelompok daging-dagingan yang mencapai 32.727 rupiah sebulan dan sebesar 38.302 rupiah untuk rata-rata pengeluaran per kapita kelompok telur dan susu per bulan.

Fakta bahwa harga rata-rata ikan lebih murah dari daging ayam atau daging sapi ternyata tidak menjadikan ikan sebagai menu lauk favorit pilihan masyarakat Kota Pekalongan. Padahal menurut para ahli kesehatan, ikan memiliki berbagai kandungan gizi yang bagus untuk kesehatan.

Ikan mengandung berbagai kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh seperti protein, asam lemak tak jenuh omega-3, hingga vitamin dan mineral seperti vitamin B, vitamin D, yoidum, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme. Selain itu, kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lainnya.

Kandungan nutrisi pada ikan memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh seperti menjaga kesehatan jantung, mendukung perkembangan otak dan mata, menguatkan tulang dan sendi, mencegah penyakit tiroid hingga mencegah anemia. Bahkan ikan kembung yang harganya terjangkau ternyata memiliki kandungan omega-3 hingga 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan ikan salmon yang harganya justru lebih mahal.

Berbagai kandungan gizi bermanfaat dari ikan laut seharusnya bisa disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat Kota Pekalongan agar konsumsi ikan meningkat. Slogan ‘jika tidak makan ikan akan ditenggelamkan’ pernah menjadi semangat tersendiri pada masa Ibu Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa tahun lalu. Pemerintah Kota Pekalongan perlu secara masif dan instensif mensosialisasikan kembali Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang sudah digagas oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah pada 28 Oktober 2021 lalu.

Walikota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid pada saat kampanye Gemarikan di Technopark Perikanan Kota Pekalongan, Oktober lalu, mengharapkan dengan olahan ikan yang semakin variatif diharapkan tingkat konsumsi ikan masyarakat akan meningkat terutama untuk ibu hamil dan anak-anak. Diharapkan dengan banyak konsumsi ikan maka kualitas ASI akan bagus, kecerdasan anak meningkat dan berbagai manfaat lainnya.

Menurut Kepala Bidang Pengawasan DKP Provinsi Jawa Tengah, Arif Rahman Hakim, angka konsumsi ikan di Kota Pekalongan sebesar 32,12. Angka ini lebih rendah dibandingkan angka konsumsi ikan Jawa Tengah yang mencapai 35,99 dan lebih jauh lagi jika dibandingkan dengan angka nasional yang mencapai 54,49.

Dukungan pemerintah diperlukan bukan hanya untuk mensosialisasikan kampanye Gemarikan saja tapi juga untuk mendorong UKM di Kota Pekalongan agar bisa menghasilkan produk olahan ikan yang semakin bervariatif untuk mendukung peningkatan angka konsumsi ikan di Kota Pekalongan, salah satu kota pesisir penghasil ikan tangkap besar di pulau Jawa.Jatengdaily.com-st

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.