JAKARTA (Jatengdaily.com)- Virus corona dengan berbagai variannya makin meresahkan masyarakat. Berkejaran dengan vaksinasi, virus ini pun tidak mau kalah untuk terus ‘menularkan’ ke masyarakat. Tidak terkecuali anak-anak usia 0-18 tahun yang sampai saat ini belum tersentuh vaksinasi, karena memang belum ada atau belum ditemukannya vaksin untuk anak-anak.
Dari pantauan Jatengdaily.com, tidak semua orang tua mampu memberi arahan dan pengertian akan pentingnya menjaga kesehatan pada anak-anak. Di sejumlah kegiatan, anak-anak yang ikut orang tuanya, misalnya berbelanja, tidak memakai masker.
Padahal, orang tua mereka mengenakan masker. Alasannya, karena tidak bisa bernafas. Di satu sisi kegiatan di luar rumah ini, sangat riskan bagi anak-anak terpapar Covid-19.
Di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Bogor, sejumlah kota di Jateng dan lainnya, jumlah anak yang terpapar Covid-19 juga makin banyak.
Satu dari delapan pasien Covid-19 di Indonesia adalah anak-anak. Angka infeksi dan kematian anak usia 0-18 tahun pun meningkat seiring lonjakan kasus secara umum.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman Pulungan, mengatakan, hal ini perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah hingga pusat beserta Satgas Covid-19.
Pasalnya, harus disadari bahwa anak dan balita punya risiko infeksi virus corona yang sama dengan orang dewasa.
Sementara data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan 12,5 persen dari total kasus positif secara nasional merupakan anak usia 0-18 tahun. Artinya, dari total 1.989.909 kasus sebanyak 248.739 di antaranya adalah anak-anak dan balita.
Indonesia Tertinggi
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih dikutip dari laman www.idionline.org, Rabu (23/6/2021) mengungkapkan angka kematian anak yang terpapar virus corona (Covid-19) di Indonesia menduduki peringkat tertinggi di Asia tenggara atau ASEAN.
Daeng memaparkan, angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 1,7 persen, sementara di China dan Amerika Serikat menurutnya hanya 0,1-an persen. Dengan temuan itu, Daeng meminta orang tua lebih memperhatikan asupan gizi pada anak-anak.
Daeng menjelaskan, meskipun anak memiliki daya imunitas yang bagus dalam melawan virus corona. Namun, sambungnya, tetap saja pembentukan imunitas itu menurutnya memerlukan bantuan dari asupan dan keseimbangan gizi dalam tubuh anak.
Energi yang dimiliki tubuh anak diharapkan akan fokus pada pembentukan antibodi Covid-19. Sehingga tanpa nutrisi yang cukup, maka tubuh akan kekurangan energi dan antibodi tak akan terbentuk optimal. Daeng lantas mewanti-wanti para orang tua untuk menyuplai makro dan mikro nutrisi pada anak, utamanya di tengah wabah global yang sudah menjangkit Indonesia selama setahun lebih ini. She


