JAKARTA (Jatengdaily.com)– Menurunnya kadar oksigen dalam darah dengan kisaran di bawah 90%, akan menyebabkan fungsi organ dan jaringan tubuh menurun sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
dr. Monica Surjanto, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga menjelaskan kekurangan oksigen dalam darah sebaiknya tidak diremehkan. Pasalnya bila sudah parah, dapat berakibat fatal bahkan hingga menyebabkan kematian.
Beberapa indikasi awal yang menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan oksigen diantaranya sesak napas, pusing, batuk-batuk, jantung berdetak cepat, serta kulit terlihat lebih pucat.
Salah satu cara mudah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah adalah rutin dengan berolahraga. Berolahraga juga dapat membentuk pembuluh darah baru sehingga memperlancar peredaran oksigen ke seluruh tubuh. ”Semakin banyak oksigen yang terserap, maka semakin baik pula kemampuan tubuh dalam memperbaiki jaringan yang rusak,” jelasnya.
Untuk meningkatkan pasokan oksigen dalam darah, dr. Monica menyarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang secara teratur yaitu 3-5 kali dalam seminggu selama 30-45 menit.
Untuk jenis olahraga, pilih yang bersifat ritmis dan berkesinambungan misalnya seperti renang, senam aerobik, jogging, bersepeda dan jalan cepat. Selain berolahraga, dr. Monica juga menyarankan untuk mengubah pola makan menjadi lebih sehat seperti banyak mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dan mengonsumsi air putih sedikitnya 1,5 liter sehari; rutin melakukan latihan pernapasan; serta menjaga kualitas udara dengan memastikan sirkulasi udara lancar.
Sejalan dengan mewabahnya virus COVID-19 yang dapat mengakibatkan penurunan kadar oksigen dalam darah meskipun tanpa menimbulkan gejala atau dikenal dengan istilah happy hypoxia maka dr. Monica menyarankan untuk rutin melakukan pemantauan kesehatan salah satunya tingkat saturasi oksigen.
Sedangkan sejumlah alat sekarang bisa digunakan untuk melihat atau mengukur kadar oksigen.
Untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah dapat diketahui lewat pemeriksaan gas darah hingga tes pernapasan, atau dengan cara yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan alat bernama pulse oximeter yang dapat membaca saturasi oksigen dengan mengukur panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari aliran darah.
Seiring dengan perkembangan teknologi, kini smartwatch canggih Amazfit Bip U Series pun telah dilengkapi fitur OxygenBeats untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.
Jam tangan pintar ini memiliki fitur kesehatan dan kebugaran canggih, salah satunya OxygenBeats yang dapat mengukur saturasi oksigen darah (SpO₂).
Fitur ini dapat membantu penggunanya memonitor kondisi tubuh, saat sedang tidak sehat, stres, atau saat latihan intensif untuk maraton, sesi olahraga berat, atau beraktivitas di ketinggian.
Amazfit Bip U Series juga dilengkapi dengan BioTracker 2 PPG yang merupakan sensor pelacakan optik biologis untuk mengukur detak jantung penggunanya selama 24 jam non-stop. Fitur SomnusCare di dalamnya juga akan membantu pengguna dalam memonitor kualitas tidurnya. Sistem Penilaian Kesehatan PAI yang inovatif dapat mengubah data detak jantung, aktivitas terlacak, dan data kesehatan lainnya menjadi skor yang dipersonalisasi, yang memungkinkan pengguna dalam memahami kesehatan fisiknya secara real-time.
Jam tangan ini tersedia di Amazfit Official Store di sejumlah e-commerce seperti Tokopedia, Shopee dan Lazada. she
0



