DEMAK (Jatengdaily.com) – Di seluruh dunia, satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis. Sementara di Indonesia, sebagaimana data dari infodatin osteoporosis 2020 Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), diperkirakan 2 dari 15 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.
Sehubungan osteoporosis termasuk silent disease atau penyakit tanpa gejala namun dapat berakibat sistemik seperti patah tulang yang kerap mengintai kelompok lanjut usia, edukasi pada masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan tulang tak pernah putus dilakukan. Seperti ditempuh Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) melalui Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis yang diluncurkan secra virtual pada Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2021.
Sebagai rangkaian HON 2021, di samping mengikuti senam pencegahan osteporosis massal virtual terhubung Perwatusi pusat, Perwatusi Kabupaten Demak mengadakan wisata raga ke Gua Rong Salatiga. Ketua Perwatusi Kabupaten Demak dr Nura Ma’shumah menjelaskan, tidak sekadar wisata, di lokasi terbuka dengan udara sangat segar itu juga dilaksanakan senam pencegahan osteoporosis.
Kabar baiknya lagi, lanjut Kepala Puskesmas Karangtengah tersebut, klub senam pencegahan osteoporosis Perwatusi Demak yang terbentuk sejak 2011 itu selama pandemi tetap melakukan kegiatan senam. Satu minggu sekali dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Seperti selalu mengenakan masker dan menjaga jarak saat senam. Dengan demikian, tubuh tetap bugar di masa pandemi covid-19,” ujarnya, didampingi Wakil Ketua Perwatusi Kabupaten Demak Sri Widayati, Minggu (31/10/2021).
Ditambahkan, target kegiatan wisata raga tak hanya tulang semakin kuat, namun suasana hati juga menjadi refresh. Sebab, ketika hati senang bisa meningkat imun untuk melawan wabah corona, sebagaimana tema HON 2021 “Kuatkan Tulang, Sehatkan Badan, Covid-19 Kita Lawan”. rie-yds


