By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Yoyok Sukawi: Situasi Pandemi Tak Perlu Diskusi yang Berujung Rasisme
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Yoyok Sukawi: Situasi Pandemi Tak Perlu Diskusi yang Berujung Rasisme

Last updated: 26 Januari 2021 16:11 16:11
Jatengdaily.com
Published: 26 Januari 2021 16:11
Share
Anggota Komisi X DPR RI Yoyok Sukawi. Foto: zia
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Demokrat, Yoyok Sukawi menanggapi kasus rasisme yang tengah mencuat di beberapa pemberitaan dalam beberapa waktu terakhir.

Penyebabnya karena mantan komisioner Komnas HAM asal Papua, Natalius Pigai mengunggah di akun twitter pribadinya bahwa ia menerima tindakan rasis dari Ambroncius Nababan. Di dalam foto yang diunggah Ambroncius Nababan, Natalius Pigai disandingkan dengan gorilla.

Menurut Yoyok Sukawi, tindakan rasis di dalam kehidupan bermasyarakat harus jauh ditinggalkan. Pasalnya rasisme merupakan sarang dari perpecahan. Ia lantas mencontohkan dengan kasus yang ada di sepak bola.

“Kasus rasisme itu sudah seharusnya ditinggalkan. Pemicu perpecahan. Di mana pun, tidak hanya di Indonesia,” kata Yoyok Sukawi, Selasa (26/1/2021).

“Contoh sepakbola yang paling mudah. Di sepakbola itu tindakan rasis sudah lama dikampanyekan untuk hilang. Bahkan kalau ada tindakan rasis di dalam lapangan, pertandingan langsung dihentikan dan yang mengucapkan rasis langsung mendapatkan sanksi berat,” tambahnya.

Yoyok yang juga anggota Komisi X DPR RI berharap kepada masyarakat Indonesia untuk tidak berpolemik yang ujung-ujungnya berakhir dengan tindakan rasis.

Apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, persatuan dan kesatuan bangsa yang harus dijunjung tinggi.

“Di situasi pandemi saat ini sudah tidak seharusnya diskusi atau berpolemik yang ujung-ujungnya rasis. Boleh ada perbedaan atau pendapat, namun ya diselesaikan dengan tindakan yang adem juga,” ujarnya.

“Kembali lagi seperti sepakbola, di Indonesia itu kalau ada suporter bola yang rasis pasti timnya yang bingung karena bisa-bisa mendapat sanksi berat dari PSSI. Jadi jangan lah ucapan atau tindakan rasis itu muncul,” pungkas Yoyok. zia-yds

You Might Also Like

SIG Fasilitasi Tempat Berjualan 5 Remaja Penyandang Disabilitas di Pujasera Wisma A Yani
USM Jalin Sinergi dengan Polresta Pati, Dorong Anggota Polisi Lanjutkan Studi Pascasarjana
Sudaryono Pastikan Mesin Partai Gerindra Siap Menangkan Pilkada 2024 di Jateng
Lomba Kreanova dan Penelitian 2022 Digelar Pemkab Demak
Badko LPQ Demak Gelar Training Susun Akreditasi TPQ
TAGGED:kasus rasismeKomisi X DPRYoyok Sukawi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?